Harga Sembako di Pasar Trandisional Diawasi

Bati Tuud Koramil 03 Suliki, Peltu Idel Putra, melaksanakan operasi pasar dan pemantauan harga sembako di pasar tradisional Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Sabtu (2/3).

LIMAPULUH KOTA, KP – Bersama dengan Aparat Pemerintahan Nagari, Bati Tuud Koramil 03 Suliki, Peltu Idel Putra, melaksanakan operasi pasar dan pemantauan harga sembako di pasar tradisional Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Sabtu (2/3).

Peltu Idel Putra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap harga sembako dan memantau perkembangan harga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional Limbanang.

Hal ini dilakukan dengan menanyakan berbagai harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging, cabe, dan gula pasir kepada pedagang.

Tujuan dari pengecekan tersebut adalah untuk mengawasi kemungkinan adanya oknum pedagang yang menaikkan harga tanpa mengikuti kebijakan harga normal dari pemerintah.

Selain memantau harga sembako, pelaksanaan monitoring di pasar tradisional Limbanang juga memperhatikan situasi keamanan dan ketertiban di pasar, sebagai upaya untuk menjaga kenyamanan warga dalam melakukan aktivitas jual beli sehari-hari.

Peltu Idel Putra juga menyebutkan bahwa selain melakukan pemantauan pasar, mereka juga bekerja sama dengan Aparat Pemerintahan dan Bulog untuk melaksanakan operasi pasar murah di depan pasar, guna membantu masyarakat dengan memberikan harga murah.

Dari hasil pengecekan di lapangan, terdapat beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti beras jenis Sijunjung dari Rp155.000 menjadi Rp 160.000 untuk 10 kg, beras jenis sokan dari Rp165.000 menjadi Rp 170.000 untuk 10 kg, gula pasir dari Rp15.000/kg menjadi Rp 17.000/kg, harga cabe dari Rp80.000 /kg menjadi Rp 88.000 /kg, serta minyak goreng dari Rp 14.000/Kg menjadi Rp 16.000/Kg. Namun, harga daging tetap pada Rp 140.000/kg. (dst)

Related posts

Harga Cabai Keriting di Pessel Tembus Rp50 Ribu

FOX Hotel Pekanbaru Ekspansi Pasar ke Sumbar

Sampah Disulap Jadi Uang, Perempuan Payakumbuh Buktikan Ini