SOLOK, KP – Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar mengatakan, Pemerintah Kota Solok berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dengan membuka peluang usaha baru di bidang kuliner.
“Di era modern saat ini, industri kuliner memiliki peluang yang sangat luas. Maka dari itu, pelatihan ini adalah langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya dalam menciptakan peluang usaha berbasis olahan makanan yang berkualitas,” ungkap Wali Kota saat membuka pelatihan keterampilan pengolahan makanan yang diselenggarakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik PK2UMK dari Kementerian Koperasi, di Kota Solok, kemarin.
Dijelaskan, makanan kini bukan hanya kebutuhan pokok, tetapi juga bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan. Banyak contoh usaha kuliner yang sukses, dimulai dari keterampilan dan kreativitas dalam mengolah bahan makanan.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan kuliner lokal serta penggunaan bahan baku yang sehat dan ramah lingkungan. “Selain keterampilan teknis, kesadaran akan keberagaman kuliner lokal sangat penting untuk diterapkan. Dengan mengolah makanan lokal, kita turut menjaga tradisi sekaligus memajukan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” tambahnya.
Zul Elfian berharap agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Industri, dan UMKM Kota Solok, melalui Kabid Koperasi IKM, Dody Amril, melaporkan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong para kaum ibu agar dapat meningkatkan penghasilan keluarga melalui keterampilan mengolah makanan.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali dengan teknik pengolahan makanan, tetapi juga pembekalan mengenai kebersihan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran yang efektif. Diharapkan, dengan pengetahuan tersebut, produk olahan yang dihasilkan tidak hanya lezat dan bergizi, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat diterima masyarakat luas.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM yang telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Solok dan akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 November 2024. (van)