Pemkab Sijunjung Canangkan Gerakan Tanam Cabai

Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah berfoto bersama pada pencanangan gerakan tanamcabai dan peluncuran Pos Petani Cerdas, di Nagari Buluhkasok, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, KP – Pemkab Sijunjung melalui Dinas Pertanian mencanangkan gerakan tanam untuk pengembangan kampung cabai dalam rangka pengendalian inflasi sekaligus meluncurkan program ‘Pos Petani Cerdas’, di Nagari Buluh Kasok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Jumat lalu (28/7). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Ronaldi dan kepala OPD terkait lainnya.

Wabup Iraddatillah menyebut, kegiatan ini merupakan upaya pemkab dalam merespon berbagai tuntutan pengendalian inflasi daerah.

“Kegiatan gerakan menanam cabai ini merupakan salah satu wujud keseriusan kita dalam pengendalian inflasi daerah, dengan harapan akan diikuti oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas cabai menjadi salah satu faktor penyumbang angka inflasi karena harganya yang sering tidak stabil.

Pada kesempatan itu, wabup mengungkapkan, lima kelompok tani dan dua kelompok wanita tani (KWT) yang ada di Nagari Buluhkasok akan menerima bantuan, yaitu Kelompok Tani Pinang Balirik, Pucuak Mudo, Hidup Baru, Milenial, Harapan Baru, dan KWT Anugerah dan Parik Jaya.

“Lima kelompok tani akan mendapat bantuan sebesar Rp110 juta dan dua KWT sebesar Rp120 juta. Insyallah bantuan ini cair pada Rabu (2/8),” kata wabup.

Ia berpesan kepada para penyuluh agar selalu mendampingi petani dalam mengelola lahan pertanian. Sehingga, hasil panen bisa berlipat ganda.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Ronaldi menjelaskan, Pos Petani Cerdas atau Pelayanan Pertanian Terpadu, Cepat, Responsif, dan Sistematis merupakan inovasi berbasis aplikasi android dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

“Pelayanan melalui Pos Petani Cerdas ini melibatkan penyuluh pertanian dari BPP, POPT dari Pemprov Sumbar, serta veteriner medis dari puskeswan dibantu operator yang berada di kantor desa,” kata Ronaldi. (shd)

Related posts

Harga LPG Non-Subsidi Naik Mendadak, Konsumen Batalkan Pembelian

Harga Cabai di Padang Anjlok ke Rp18 Ribu, Pasokan Melimpah Tekan Harga Pasar

Pasar Murah Terpadu Tekan Harga, Pemko Padang Jaga Daya Beli Warga