Revitalisasi GOR, Pedagang Terdampak Masih Menunggu Kepastian

Imbas kebijakan revitalisasi kawasan GOR Haji Agus Salim (GHAS) Padang, puluhan pedagang kecil kini mulai mendirikan kios semipermanen secara mandiri di lokasi relokasi baru, tepatnya di depan Kolam Renang Teratai, Kamis (18/6).

PADANG, KP — Puluhan pedagang kecil terdampak revitalisasi kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim belum dapat kembali berjualan setelah direlokasi ke depan Kolam Renang Teratai, Kamis (18/6).

Hingga kini, lokasi relokasi masih dalam tahap pembangunan sehingga aktivitas jual beli belum berjalan dan pedagang kehilangan sumber penghasilan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pedagang masih membangun kios semipermanen secara mandiri menggunakan kayu dan tripleks. Sebagian besar bangunan masih berupa kerangka dan belum siap digunakan.

Pemerintah telah menandai batas lapak menggunakan cat semprot di atas aspal. Namun, keterbatasan lahan membuat tidak semua pedagang terdampak dapat tertampung. “Kami belum bisa jualan. Tempat masih dibangun, pemasukan tidak ada,” ujar Linda, salah seorang pedagang, dikutip dari TribunPadang.com.

Ia menyebut ukuran lapak yang diterima lebih kecil, yakni sekitar 3×3 meter, dibandingkan lokasi sebelumnya. Selain itu, pedagang juga harus menanggung biaya pembangunan kios secara mandiri.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pedagang terhadap keberlanjutan usaha mereka, terutama karena lokasi baru dinilai masih sepi dan belum tertata. “Sekarang masih sepi, belum tentu nanti ramai. Orang mungkin malas datang kalau tempatnya belum rapi,” kata Ijus, pedagang lainnya.

Pedagang juga mengeluhkan belum adanya kejelasan terkait iuran serta fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih di lokasi relokasi.

Sementara itu, Beti, pedagang minuman, mengaku mengalami kerugian setelah gerobaknya diangkut petugas saat penertiban. “Gerobak saya tidak sempat diselamatkan. Sekarang harus diurus lagi untuk mengambilnya,” ujarnya.

Ia mengatakan usaha tersebut merupakan sumber utama penghasilan keluarganya sehingga harus memulai kembali dari awal.

Di sisi lain, keterbatasan daya tampung di lokasi relokasi menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat.

Hingga kini, para pedagang masih menunggu kepastian dari pemerintah terkait kelanjutan usaha mereka di lokasi baru. (trb)

Related posts

Bawang Merah Turun Harga, Cabai Rawit Merah di Padang Masih ‘Pedas’

Harga Gambir di Limapuluh Kota Anjlok, Petani Khawatir

Peluncuran 1.061 Koperasi Merah Putih, Padang Kebut Pembangunan KDKMP