PESISIR SELATAN, KP – Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra berdialog dengan nelayan di Pantai Muaro Air Haji, di aula Mapolsek Linggo Sari Baganti, Sabtu (13/9). Pertemuan ini dilakukan setelah insiden pembakaran kapal speedboat patroli milik Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh oknum nelayan, Jumat lalu (12/9).
Pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat Polres Pessel, Camat Linggo Sari Baganti Zul Irfan Harun, serta dua wali nagari.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyelamatkan awak kapal patroli. Namun, ia menyesalkan aksi pembakaran kapal oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan, tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan dan justru merugikan semua pihak.
“Kita semua harus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya semua pihak memahami aturan yang berlaku. Ia menambahkan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap masyarakat nelayan. Namun, proses penyelidikan dan penegakan hukum tetap berjalan untuk mengungkap pelaku pembakaran kapal.
Di sisi lain, Wali Nagari Pasar Lama Muaro Air Haji, Hanafi, menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil pihak kepolisian. Ia juga mengkritisi cara petugas patroli laut yang melakukan pengejaran terhadap kapal nelayan.
Menurutnya, jika terdapat pelanggaran terkait alat tangkap, cukup dilakukan penertiban tanpa tindakan pengejaran yang berisiko.
Salah satu perwakilan pemilik bagan, Dedy Suhendra menyatakan, pembakaran kapal tidak dilakukan oleh warga Kampung Muaro Air Haji. Ia berharap ada kejelasan dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk menjaga kondusivitas wilayah. Semua pihak sepakat bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran agar tidak terulang. (don)