Waketum Peradi: Advokat Harus Siap Hadapi Kompleksitas Hukum

PESERTA Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan VI foto bersama di Ruang Sidang Rektor, Lantai 1 Gedung Rektorat Universitas Ekasakti (Unes), kemarin.

PADANG, KP – Wakil Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pusat, Hasanuddin Nasution menegaskan bahwa advokat harus siap berjuang demi keadilan dan kepentingan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan VI di Ruang Sidang Rektor, Lantai 1 Gedung Rektorat Universitas Ekasakti (Unes), kemarin.

PKPA ini merupakan hasil kerja sama antara DPC Peradi SAI Padang dan Fakultas Hukum Universitas Ekasakti, diikuti 17 calon advokat dan berlangsung dari 14 hingga 29 Juni 2025.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Rektor II Unes, Dr. Susi Delmiati, yang mewakili Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, serta Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP), Dr. Andi Syahrum Makkuradde.

Dalam sambutannya, Hasanuddin menyoroti kondisi hukum di Indonesia yang menurutnya belum berjalan sesuai dengan cita-cita keadilan. Ia juga menyinggung harapannya terhadap peningkatan kualitas lulusan Fakultas Hukum, khususnya di Universitas Ekasakti.

“Saya tidak tahu, setelah gaji hakim naik hampir 30 persen, apakah kualitas hukum akan membaik atau justru makin buruk. Tapi yang jelas, advokat punya tanggung jawab besar dalam menegakkan keadilan. Tugas advokat adalah membela masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, advokat harus lebih cerdas dan siap menghadapi kompleksitas persoalan hukum. “Kalau hakim baca lima buku, advokat harus baca sepuluh buku,” ujarnya, sembari meminta agar Fakultas Hukum Unes memperkuat materi hukum acara agar para lulusan siap terjun ke dunia praktik sebagai advokat, jaksa, atau hakim.

Sementara itu, Dr. Susi Delmiati menyampaikan bahwa PKPA adalah langkah awal yang krusial bagi calon advokat. “Tanpa mengikuti PKPA, seseorang tidak bisa mendapatkan Kartu Advokat. Profesi ini tidak hanya menuntut penguasaan ilmu hukum, tetapi juga integritas moral dalam membela hak asasi manusia dan menegakkan keadilan,” tuturnya.

Ketua YPTP, Dr. Andi Syahrum Makkuradde, turut menegaskan komitmen Unes dalam mendukung pendidikan hukum yang berkualitas. Ia menjelaskan, Unes yang berawal dari Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) kini telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dan sedang menuju predikat “Unggul”.

“Dengan akreditasi ini, kita akan membuka Program S3 Ilmu Hukum. Bagi peserta PKPA yang belum melanjutkan ke S2, kami persilakan bergabung. Jika sudah S2, bersabar menunggu S3. Saat ini kami juga tengah menambah dosen doktor hukum, dan membuka peluang bagi anggota Peradi yang berminat menjadi dosen,” jelasnya.

Ia menambahkan, Fakultas Hukum Unes menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera Barat dalam dua tahun terakhir. Bahkan, Kapolda dan beberapa Kapolres di Sumbar turut menjadi mahasiswa S2 Ilmu Hukum di kampus tersebut. (mas)

Related posts

Satpol PP Padang Tertibkan Kafe Langgar Aturan, Sita Puluhan Botol Miras

Kejati Sumbar Kawal Lima Proyek Jalan Nasional, Fokus Cegah Hambatan di Lapangan

Polsek Pangkalan Amankan Tujuh Tersangka Pengeroyokan Sopir Travel