Payakumbuh Catat Sejarah, IHRC II Digelar Perdana di Luar Jawa

KETUA Umum PP Pordasi Aryo Purnomo Santosa Djojohadikusumo memberikan keterangan pers dalam rangka pelaksanaan Indonesia’s Horse Racing Cup II di Kota Payakumbuh, Sabtu (28/9).

PAYAKUMBUH, KP – Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia’s Horse Racing Cup (IHRC) digelar di luar Pulau Jawa, dengan Kota Payakumbuh dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.

Event yang dipromotori Sarga.co ini berlangsung sukses besar. Selama dua hari penyelenggaraan, Indonesia’s Horse Racing Cup II dan Sarga Festival mampu menarik lebih dari 55 ribu penonton. Meski diguyur hujan, sekitar 40 ribu orang memadati Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang, Minggu (28/9), sementara sehari sebelumnya Sarga Festival di Universitas Andalas Payakumbuh dihadiri 15 ribu pengunjung.

Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Purnomo Santosa Djojohadikusumo, mengapresiasi antusiasme masyarakat. “Ini di luar dugaan kami. Banyak penonton bahkan datang dari Riau dan Jambi. Ini membuktikan pacu kuda punya basis penggemar kuat di luar Jawa,” ujarnya.

Ia menyebut Sumbar memiliki delapan gelanggang pacu aktif, terbanyak di Indonesia, sehingga layak jadi panggung penting, bahkan tuan rumah event internasional.

Aryo juga menyampaikan salam dari Ketua Pembina Pordasi sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir. Presiden, kata Aryo, berjanji akan datang langsung pada gelaran berikutnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pordasi Sumbar, Deri Asta, menegaskan event ini bukan sekadar pacu kuda tradisional, melainkan pesta olahraga dan hiburan rakyat dengan atraksi Drogbogi, Horseback Archery, hingga pesta rakyat. Ia menyebut, suksesnya penyelenggaraan membuat tujuh daerah lain di Sumbar mengajukan diri jadi tuan rumah tahun depan.

Sebanyak 67 kuda bertanding dalam 13 kelas dengan total hadiah Rp425 juta. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyebut ajang ini menjadi kehormatan besar sekaligus membawa dampak ekonomi signifikan bagi UMKM dan sektor jasa.

“Pacu kuda bukan hanya lomba adu cepat, tapi juga simbol budaya dan sportivitas Minangkabau. Dengan event ini, Payakumbuh siap menjadi pusat pacu kuda modern,” ucap Zulmaeta. (dst)

Related posts

The Kmers Ancam Boikot Seluruh Laga Sisa Semen Padang FC

Siswi MTsN 1 Payakumbuh Sabet Medali di Kejuaraan Karate 50 Fighter

BOM RUN 2026, Padang Bidik Perputaran Ekonomi dari Sport Tourism