GUBERNUR Sumbar Mahyeldi melakukan gebrakan nyata dalam menjawab keluhan petani bawang terkait ‘meledaknya’ panen komoditas hortikultura itu. Kondisi itu membuat harga bawang melorot di pasaran sehingga petani merugi.
Tanpa berpikir panjang, Gubernur Mahyeldi meminta petani membawa bawang yang sudah panen tersebut ke Padang dan pasarkan langsung pada seluruh pegawai Pemprov dalam kegiatan Subuh Mubaraqah sekaligus tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Sumbar, Minggu pagi kemarin (8/10).
Gubernur pun menginstruksikan pada ASN pemprov yang hadir pada kegiatan itu untuk membeli bawang merah tersebut. Gubernur juga meminta pada pejabat eselon untuk membeli bawang itu agak berlebih untuk sebagian diberikan pada tetangga atau warga duafa.
Kabarnya, sekitar sembilan ton bawang merah sukses disalurkan pada bazar di Masjid Raya Sumbar yang juga dilanjutkan dengan bazar Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman–Rasuna Said.
Dalam beberapa minggu terakhir, harga bawang merah memang turun akibat waktu panen yang bersamaan. Berdasarkan daya Disperindag Sumbar yang dirilis Humas Pemprov, harga rata-rata terendah bawang merah pada minggu terakhir September 2023 menyentuh angka Rp11 ribu per kilogram. Turun cukup signifikan dari rata-rata harga normal yang biasanya selalu di atas Rp15 ribu per kilogramnya.
Kita pantas mengapresiasi tindakan Gubernur Mahyeldi dalam mengatasi keluhan petani bawang merah. Tanpa banyak teori, langsung gerak cepat dan hasilnya dirasakan langsung petani.
Problema bawang merah yang disampaikan Gubernur Mahyeldi pada kesempatan itu cukup mengejutkan jemaah yang hadir. Sebab, dengan pemaparan yang lugas, gubernur mampu membuat jemaah umum yang awam pertanian jadi paham tentang kondisi terkini petani, khususnya petani bawang merah.
Petani sudah berjibaku, pemerintah mendukung, namun kerja keras yang dilakukan petani tak begitu menggembirakan. Bayangkan, berpanas-berhujan di ladang, tapi setelah panen harganya murah. Rencana bergembira, nyatanya kecewa. Nasib oh nasib petani bawang, sungguh malang. Disangka paneh sampai patang, kironyo hujan tangah hari. Begitulah nasib petani bawang hari ini. *