PENAMPILAN Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang bersahaja menarik untuk diperbincangkan. Bahkan, tidak begitu terasa bahwa beliau orang nomor satu di daerah ini. Dalam kesehariannya tidak begitu formal. Kita pun maklum, sebutan ‘Buya’ pada Mahyeldi sebagai pertanda bahwa yang bersangkutan adalah sosok yang religius. Dekat dengan rumah ibadah, masjid, dan musala.
Semasa jadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unand yang masih berkampus di Air Tawar, Mahyeldi begitu menyatu dengan masjid dekat kampus. Boleh jadi, hal itu merupakan karakter dari didikan ayah dan ibunya semasa Mahyeldi kecil. Namanya pun populer di kalangan aktivis dakwah kampus era 90-an.
Kedisiplinan dalam keluarga berdasarkan tradisi Islam sejak usia dini begitu melekat dalam membentuk kepribadiannya. Kini, hal itu jadi sisi positif yang membanggakan. Semuanya, tampil apa adanya dalam keseharian Mahyeldi.
Perjalanan kariernya pun terbilang mulus. Jadi anggota DPRD Sumbar, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Wakil Walikota Padang, hingga jadi Walikota Padang dua periode. Boleh jadi seluruh sudut maupun pinggiran kota tercinta ini sudah dijangkaunya.
Mushalla ‘kecil’ Muhsinin di kampung Chaniago yang tersuruk di pinggiran Batang Belanti, Flamboyan Baru merupakan salah satu rumah ibadah yang diakrabi Beliau. Penulis sebagai ketua pengurus musala sederhana tersebut, sudah dua kali didatangi Beliau semasa jadi orang nomor satu di Padang.
Alhamdulillah, kini Mahyeldi sudah mengabdi sebagai Gubernur Sumbar. Masih teringat kenangan tatkala Pak Mahyeldi bermenantu, seluruh jemaah Musala Muhsinin Flamboyan ‘berbaris rapi’ berjalan kaki ke rumah dinas walikota di Jalan Ahmad Yani. Sungguh jadi kenangan tak terlupakan.
Kini, Mahyeldi sudah jadi orang nomor satu di Sumbar. Presiden PKS Ahmad Syaikhu membuka peluang mengusung Gubernur petahana Mahyeldi maju di Pilgub Sumbar berikutnya. Kepemimpinan Mahyeldi harus dilanjutkan, begitu harapan Presiden PKS seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Jumat (4/8).
Kita tunggu Pilkada Sumbar 2024 nanti. Sejak tahun 2010, daerah ini sudah dipimpin gubernur dari PKS, Irwan Prayitno dua periode dilanjutkan Mahyeldi. Akankah kepemimpinan Mahyeldi dua periode juga? Kita tunggu saja. *