Guru Diancam

H. Adi Bermasa (Wartawan Senior)

Bermacam ‘kurenah’ wali murid saat ini yang membuat guru merasa resah. Gara-gara anak terlalu dimanja, berpantang anak dikerasi guru. Sehingga, muncul ancaman-ancaman yang tak patut, seperti dilaporkan ke polisi. Pendidik pun makan hati.

Keluhan ini disampaikan guru di Payakumbuh saat bertemu Ketua DPRD Sumbar, Supardi, seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Sabtu (27/5) di halaman 10 dengan judul ‘Mendidik Sedikit Keras, Orang Tua Ancam Lapor Polisi’.

Problema ‘anak manja’ atau ‘anak terlalu dimanja’ sudah jadi rahasia umum di daerah ini. Membuat pihak sekolah jadi dilema. Apalagi kalau manjanya sungguh luar biasa. Sudah duduk di bangku SLTP masih ada yang dimandikan orang tua. Makan pagi harus didampingi, pakaian sekolah diambilkan orang tua, bahkan pergi atau pulang dijemput-antar oleh sopir pribadi.

Anak seperti ini memang hebat. Jangan coba diganggu. Guru pun perlu hati-hati berhadapan dengan ‘si anak mama’. Walau nakalnya luar biasa, jangan dimarahi, jangan dipilin telinganya, jangan dicubit. Berbahaya. Guru bisa jadi sasaran omelan orangtuanya, bahkan bisa dilaporkan ke polisi.

Problema seperti ini diperkirakan semakin banyak terjadi saat ini. Mungkin perlu diteliti kenapa sampai demikian. Jauh berbeda dibandingkan suasana pendidikan tempo dulu. Guru memukul murid dengan rotan atau rol kayu jadi hal yang lumrah. Terkadang, anak yang bermasalah di sekolah, di rumah pun juga dimarahi orangtuanya. Sekarang tidak lagi seperti itu. Anak dimarahi guru, orangtua datang ke sekolah dengan muka merah.

Biasanya, kelompok ‘anak mama’ ini agak sulit hidup mandiri karena sudah terbiasa hidup dimanja. Tidak kuat mental menghadapi kerasnya dunia kelak. Ada pula yang seenak hatinya melakukan perbuatan yang melanggar etika karena merasa selalu dilindungi orangtuanya. Lama-lama, perbuatan melanggar hukum pun dilakukan.

Sebenarnya, orang tua tak sepantasnya membela anak yang sudah jelas-jelas bersalah dengan menyudutkan pihak sekolah. Apalagi mengancam pendidik dengan melapor ke polisi. Keterlaluan kalau hal seperti itu masih terjadi di daerah ini. Namun nyatanya, guru di Payakumbuh merasa resah gara-gara masih ada orang tua melapor ke polisi karena tak terima anaknya dididik ‘sedikit keras’. Mungkin hal seperti ini juga terjadi di daerah lain. *

Related posts

Rayakan Idul Fitri dengan Gembira dan Penuh Syukur

Jalan Permindo, Kawasan Nyaman yang Harus Dipertahankan

Ironi yang Menyayat Hati