ADA-ada saja yang menghebohkan negeri ini. Kali ini sumber kehebohan berasal dari oknum dosen di Fakultas Hukum Unand berinisial Z, seperti diberitakan media ini sebagai berita utama edisi Selasa (13/6).
Menurut korban pelecehan berinisial S, bahwa Pak Dosen yang belum menikah itu melakukan perangai tidak terpuji kepada sejumlah mahasiswi. Kabarnya, wanita S menerima pelecehan sejak awal semester genap tahun 2023 ini. Sudah cukup lama juga. Tapi, baru sekarang mahasiswi S ini membeberkannya. Sementara yang lainnya masih bungkam. Tentu beragam alasan mahasiswi korban pelecehan tersebut tidak atau masih enggan ‘membeberkan’ pelecehan yang menimpanya. Boleh jadi mahasiswi korban pelecehan tersebut berada dalam ketakutan. Atau khawatir akan berefek pada nilai mata kuliah dari oknum dosen tersebut. Sedangkan mahasiswi S tampaknya sudah bosan dengan ‘perangai’ oknum dosen Z tersebut, sehingga dibeberkanlah perangai pak dosen tersebut.
Karena problemanya sudah ‘bersuluh matahari dan bergelanggang mata orang banyak’, dipastikan Unand sebagai pencetak intelektual di republik ini dipermalukan oleh ulah seorang oknum dosennya yang mungkin saja dalam usia pubertas atau ada ‘keganjilan’ pada diri yang bersangkutan.
Kita percaya, oknum dosen itu bakal menerima sanksi tegas dari lembaga universitas terhormat ini. Bagaimanapun, pihak kampus tentu sudah punya aturan baku terhadap prilaku tak terpuji yang dilakukan oknum dosen, apalagi berkaitan dengan pelecehan seksual.
Unand yang sudah begitu populer dengan beragam prestasinya di republik ini, tentu merasa keberatan memelihara dosen yang melanggar moral dan melecehkan almamaternya sekaligus.
Adat ketimuran dengan beragam pegangan moral kehidupan beragama pantas selalu jadi rujukan Unand dalam membentuk sekaligus melahirkan cendekiawan terkemuka di republik ini. Yang jelas, Unand sebagai kebanggaan bangsa yang ditakdirkan keberadaannya di negeri beradat bersendi syara’ dan syara’ bersendi Kitabullah (ABS-SBK) sudah pantas selalu menjunjung tinggi norma-norma Islami yang hakiki. Tentunya tiada ampun bagi mereka yang berbuat tidak senonoh dan melunturkan nama baik Universitas Andalas yang kita banggakan terus-menerus. *