Peduli Pencegahan Stunting, Universitas Mercubaktijaya Gelar Pendampingan Ibu Menyusui di Kelurahan Andalas melalui Metode Psychoeducation dan Mind Mapping

Tim pengabdian Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama usai memberikan edukasi ASI eksklusif dan teknik pijat oksitosin kepada ibu menyusui di Kantor Kelurahan Andalas Padang.

PADANG, KP – Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah efektif untuk menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan derajat kesehatan anak. Meski demikian, praktik pemberian ASI di Indonesia masih belum optimal.

Rendahnya pemberian ASI tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh bayi, tetapi juga meningkatkan risiko gagal tumbuh yang dapat berujung pada stunting.

Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih rentan mengalami infeksi, gangguan metabolik, serta kekurangan gizi yang berdampak pada keterlambatan pertumbuhan sesuai usia.

Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah ibu menyusui tertinggi dalam tiga bulan terakhir, yaitu 176 orang. Namun, cakupan ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan di wilayah kerja Puskesmas Andalas hanya mencapai 38,22 persen, jauh di bawah target nasional 90 persen.

Rendahnya capaian ini dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya bendungan ASI, puting lecet, rasa nyeri hebat saat menyusui, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara menangani keluhan tersebut.

Hampir 90 persen ibu menyusui di wilayah ini mengaku belum mengetahui cara mengatasi pembengkakan payudara, puting lecet, atau gejala demam yang sering dialami. Banyak yang akhirnya mengonsumsi obat penurun panas atau memberikan susu formula kepada bayinya.

Berdasarkan hasil observasi dan masukan kader posyandu, sebagian ibu mengalami kesulitan menyusui akibat kurangnya informasi, rendahnya kepercayaan diri, rasa cemas, serta belum terbiasa menghadapi tantangan awal menyusui, terutama pada ibu muda atau yang baru pertama kali memiliki anak.

Peserta kegiatan melakukan mind mapping dan mengikuti sesi psychoeducation yang dipandu oleh tim pengabdi Universitas Mercubaktijaya untuk meningkatkan keyakinan menyusui.

Menanggapi kondisi tersebut, tim pengabdian Universitas Mercubaktijaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Andalas pada 14 Agustus hingga 16 Oktober 2025. Kegiatan digelar di Kantor Kelurahan Andalas dan dipimpin oleh Ns. Rini Rahmayanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., bersama anggota tim Ns. Fitri Wahyuni, M.Kep., Sp.Kep.An., Dwi Puspasari, M.Psi., Psikolog, serta tiga mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mercubaktijaya.

Kegiatan dihadiri Kepala Kelurahan Andalas, Zuryeni, Z.ST., serta perwakilan Puskesmas Andalas bagian program ibu dan anak. Sebanyak 20 ibu menyusui dengan anak berusia di bawah 24 bulan dan kader posyandu ikut serta dalam kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.

Program dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari persiapan hingga evaluasi. Kegiatan diawali pretest, kemudian dilanjutkan penyampaian materi menggunakan pendekatan psychoeducation dan teknik mind mapping yang terfokus pada tindakan komplementer manual.

Konseling dengan pendekatan psychoeducation dimaksudkan memperkuat strategi koping ibu menyusui dan meningkatkan kesiapan mental mereka menghadapi tantangan. Metode ini kemudian dipadukan dengan mind mapping sebagai alat bantu analisis diri untuk menggambarkan rencana tindakan yang akan dilakukan ke depan. Mind mapping dinilai efektif membantu ibu menyusun langkah-langkah praktis secara kreatif dan terstruktur.

Tema edukasi mencakup pentingnya ASI eksklusif, cara meningkatkan keyakinan menyusui melalui pendekatan psikologis, serta demonstrasi teknik pijat oksitosin sebagai terapi manual untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan ditutup dengan posttest guna menilai peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi diberikan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan ibu menyusui di Kelurahan Andalas memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang lebih baik dalam memberikan ASI eksklusif. Upaya ini sekaligus mendukung pencegahan stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh. (ak)

Related posts

UNP Gelar Pengabdian Masyarakat ‘Bilih-Peduli’ di Tanah Datar

Pemko Payakumbuh Dukung PSDKU UNP Cetak SDM Unggul Daerah

Perluas Literasi Kesehatan Gigi di Kalangan Pelajar, GAIA Dental Clinic Gelar Goes To School di SMAN 4 Pekanbaru