PADANG, KP – Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak terus mendapatkan perhatian di Sumatera Barat.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap isu tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya mengadakan edukasi bagi siswa SD 08 Surau Gadang, Kelurahan Nanggalo, Kota Padang, menggunakan media komik digital interaktif berjudul Siti–Sutan di Nagari Batuah.
Kegiatan dipimpin oleh Puji Lestari, mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Mercubaktijaya, bersama dosen pembimbing dan mahasiswa lainnya.
Puluhan siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian edukasi yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif.
Komik digital interaktif tersebut memuat pesan penting tentang perlindungan diri dari kekerasan seksual, disampaikan melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak Minangkabau.
Nilai budaya seperti adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah, sopan santun dalam pergaulan, serta peran keluarga dan ninik mamak yang kuat dalam adat Minang turut disisipkan.
Pendekatan ini dirancang agar siswa memahami pesan secara natural, relevan, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi edukasi dilengkapi diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup.
Guru kelas yang hadir mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai penyampaian materi melalui komik digital sangat efektif untuk isu sensitif yang membutuhkan pendekatan ramah anak.
“Anak-anak sangat antusias karena penyampaiannya dekat dengan dunia mereka. Dengan komik digital, materi sensitif bisa dipahami tanpa membuat mereka takut. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu guru dalam memberikan edukasi perlindungan diri,” ujarnya. Menurutnya, integrasi nilai budaya membuat siswa semakin mudah memahami materi.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya mengedukasi siswa SD 08 Surau Gadang Padang tentang pencegahan kekerasan seksual melalui komik digital interaktif berbasis budaya Minangkabau.
Ketua tim pengabdi, Puji Lestari, menjelaskan bahwa program ini menjadi upaya menghadirkan media edukatif yang aman, menarik, dan sesuai budaya lokal.
“Kami ingin menghadirkan media yang tidak hanya informatif, tetapi juga sesuai dengan perkembangan anak dan budaya setempat. Harapannya, komik Siti–Sutan di Nagari Batuah dapat meningkatkan keberanian anak dalam melindungi diri serta mendorong guru dan orang tua untuk lebih peka terhadap isu ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tim berencana terus mengembangkan media edukasi berbasis teknologi dan budaya yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini juga merupakan implementasi visi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) “Kampus Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi mengambil peran aktif dalam penyelesaian persoalan sosial.
Pemanfaatan komik digital interaktif ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis budaya lokal dapat menjadi sarana efektif dalam edukasi perlindungan anak.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah lain di Sumatera Barat.
Media komik digital dianggap sebagai alat bantu edukatif yang tepat untuk menyampaikan isu sensitif tanpa menimbulkan ketakutan pada siswa.
Tim pengabdi juga berharap komik Siti–Sutan di Nagari Batuah dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran kreatif dalam upaya perlindungan anak. (ak)