SOLOK, KP – Wakil Bupati Solok, H. Candra, menegaskan bahwa seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Solok harus terbebas dari praktik gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang.
“Sekolah adalah pondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang jujur, bersih, dan bertanggung jawab. Karena itu, peran sekolah dalam membentuk karakter dan nilai-nilai integritas sejak dini sangat penting,” ujar Wabup Candra saat membuka Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi bagi Kepala Sekolah dan Ketua Komite SMP se-Kabupaten Solok, Rabu (18/6), di Gedung Pertemuan Solok Nan Indah.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari penguatan integritas dan pembentukan budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Wabup Candra juga mengajak para kepala sekolah dan ketua komite menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi di sekolah masing-masing. Menurutnya, transparansi pengelolaan dana sekolah dan kerja sama yang sehat antara sekolah dan komite menjadi kunci menciptakan sistem pendidikan yang bersih.
“Mari kita jadikan Kabupaten Solok sebagai daerah yang bersih, bermartabat, dan berintegritas. Dimulai dari lingkungan pendidikan, karena di tangan Bapak/Ibu sekalian, generasi masa depan sedang dibentuk,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Daerah Dery Akmal selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan komite sekolah mengenai pengendalian gratifikasi dan tindak pidana korupsi.
“Kami ingin mencegah praktik penyimpangan dalam pelaksanaan PPDB, sekaligus mendorong penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap tahapan prosesnya,” ujar Dery. (mas)