Banjir Landa Kabupaten Limapuluh Kota, Sekolah Diliburkan

LIMAPULUH KOTA, KP – Curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota sejak Senin malam (13/11) hingga Selasa pagi (14/11).

Kondisi itu membuat Jorong Aiaputiah Nagari Sarilamak, Jorong Lubuak Limpato, dan Jorong Tarantang Nagari Tarantang di Kecamatan Harau terendam banjir. Akibatnya rumah warga, sekolah, lahan pertanian, hingga peternakan dan perikanan terdampak bencana alam itu.

Korban banjir di Nagari Tarantang, Surniarberti (55 tahun) mengungkapkan, air menggenangi rumahnya sekitar pukul 03.30 WIB. Awalnya air masuk setinggi mata kaki, lalu semakin tinggi.

“Puncaknya sekitar pukul 07.30 WIB,” katanya.

Ia mengungkapkan, sudah lama sekali tidak terjadi banjir di wilayah itu.

“Kalau dulu, ketinggian banjir mencapai sepaha orang dewasa atau sekitar lima batu bata rumah,” katanya.

Ia menambahkan, banjir disebabkan oleh luapan sungai dari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kalau curah hujan tinggi di Harau, maka akan banjir di sini. Namun banjir tidak berlangsung lama, saya perkiraan sore sudah normal kembali,” jelas ibu lima anak ini.

Di sisi lain, akibat banjir menggenangi SD Negeri 1 Tarantang, pihak sekolah meliburkan murid-murid.

“Kami terpaksa meliburkan murid untuk aktivitas belajar mengajar karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sebagai gantinya murid diberikan tugas di rumah,” sebut Plt. Kepala SDN 1 Tarantang, Wilda Azizah.

Terpisah, Sekretaris Wali Nagari Tarantang Adiputra menyebut, banjir yang melanda dua jorong di Nagari Tarantang mengakibatkan ratusan rumah digenangi banjir. Selain rumah, lahan pertanian seperti sawah dan kebun masyarakat seluas 800 hektare ikut terdampak.

Ia mengimbau kepada masyarakat Nagari Tarantang untuk selalu waspada seiring cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan. Pasalnya, Tarantang dilalui tiga aliran sungai yang diduga menjadi penyebab terjadi banjir.

“Jika curah hujan tinggi dan terjadi banjir segeralah mengungsi tempat yang lebih tinggi atau ke tempat keluarga yang tidak terdampak banjir,” imbaunya.

Sementara, Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol menjelaskan, pihaknya melalui TRC dan Pusdalops telah bergerak ke lokasi banjir dan berkoordinasi dengan pihak nagari dan jorong untuk mendata masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas sosial untuk kebutuhan dapur umum.

Rahmadinol juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap kejadian banjir, apalagi memasuki musim penghujan saat ini. (dst)

Related posts

Lembah Anai Kembali Makan Korban: Travel Avanza Terjun ke Jurang, 7 Orang Luka-luka

Satu Rumah di Seberang Palinggam Terbakar, Damkar Berhasil Cegah Api Meluas

Banjir dan Longsor Terjang Pasaman: Satu Orang Tewas, Ratusan KK Terisolasi