Lansia Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Bukittinggi

Kobaran api menghanguskan seluruh bagian dalam serta meruntuhkan struktur atap sebuah rumah semi permanen dalam insiden kebakaran hebat di kawasan Parak Kopi,Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Kamis (28/5).

BUKITTINGGI, KP – Seorang wanita lanjut usia bernama Isra Wati Rabait alias Ijah dilaporkan tewas mengenaskan akibat terjebak dalam peristiwa kebakaran hebat di Kota Bukittinggi. Musibah memilukan tersebut menghanguskan satu unit tempat tinggal semi permanen di kawasan Parak Kopi, Jalan Setia Budi, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kamis (28/5).

Korban yang telah menginjak usia sekitar 70 tahun tersebut diduga kuat kehilangan nyawa karena nekat menerobos kembali ke dalam kobaran api yang tengah membesar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi, Joni Feri menjelaskan, pihaknya menerima laporan amukan si jago merah dari warga sekitar pukul 10.52 WIB. Armada penolong dari Regu Yudha langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Petugas pemadam lalu berjibaku menjinakkan api serta melakukan proses pendinginan struktural bangunan begitu tiba di tempat kejadian perkara.

“Informasi di lapangan, korban awal kejadian sudah keluar rumah, namun karena ada sesuatu yang mau diambilnya dan tidak mau dilarang, korban memaksa untuk masuk lagi,” ujar Joni Feri.

Amukan api berskala besar tersebut tidak hanya meratakan hunian semi permanen milik korban dengan tanah, melainkan ikut merusak struktur atap rumah yang berada tepat di sebelahnya. Berdasarkan hasil pendataan menyeluruh, bangunan yang menjadi titik awal kemunculan api tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Bukittinggi Akmal Musyarif memaparkan bahwa berdasarkan konfirmasi para saksi mata, titik api pertama kali terdeteksi berkobar dari arah ruangan dapur. Karakteristik material bangunan yang didominasi oleh bahan kayu struktural membuat jalaran api meluas dalam waktu yang sangat singkat.

“Informasi dari saksi, api terlihat menyebar dari dapur, api cepat membesar karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu,” tutur Akmal.

Pihak PMI Bukittinggi turut menerjunkan tim asesmen lapangan beserta armada ambulans untuk bersiaga memberikan layanan medis darurat selama proses evakuasi berlangsung. Upaya pemadaman total membutuhkan waktu penanganan intensif selama kurang lebih dua jam akibat terkendala kondisi tata ruang lingkungan.

Aparat di lapangan sempat kesulitan menjangkau titik api utama karena posisi rumah berada di kawasan permukiman padat penduduk dengan akses jalan yang sangat sempit. Guna mengatasi hambatan tersebut, instansi pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya enam unit armada tangki air dengan kekuatan 30 personel rescue.

Langkah penjinakan api juga mendapat dukungan perkuatan dari Dinas Damkar Kabupaten Agam yang mengirimkan dua unit armada tambahan beserta tujuh personel lapangan. Sinergitas penanganan darurat ini turut dikawal oleh unsur TNI, Polri, petugas teknis PLN, serta puluhan warga sekitar yang saling bahu-membahu di lokasi musibah. (trb/*)

Related posts

Blackout Sumatera Picu Kebakaran di Padang, Lilin Diduga Jadi Pemicu

Damkar Padang Gagalkan Dugaan Upaya Bunuh Diri di Jembatan Siti Nurbaya

Api Lahap Gudang DLH Padang, Puluhan Motor Tak Terselamatkan