PADANG, KP – Ledakan dahsyat terjadi di Semen Padang Hospital (SPH) atau Rumah Sakit Semen Padang, Kota Padang, Selasa sore (30/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari lantai 1 tersebut mengejutkan semua orang yang ada di RS Semen Padang dan juga warga sekitar.
Informasi soal ledakan itu turut beredar di berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp. Dalam video yang diunggah, terlihat kondisi bangunan rusak imbas ledakan tersebut. Bahkan, plafon bangunan tampak ambruk.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kepanikan bagi tenaga kesehatan maupun pasien rumah sakit, namun juga warga sekitar. Salah satu warga sekitar bernama Ramli (34 tahun) mengatakan, ledakan dengan suara begitu dahsyat membuat masyarakat setempat langsung berhamburan mencari sumber suara.
“Suaranya keras, ketika dilihat rupanya bersumber dari Semen Padang Hospital,” kata Ramli.
Menurutnya, saat itu pasien berhamburan menyelamatkan diri. “Bahkan ada yang ingin meloncat dari atas gedung,” ujarnya.
Insiden tersebut mengakibatkan pelayanan di rumah sakit lumpuh total. Pasien yang tengah dirawat dievakuasi ke pelataran rumah sakit menggunakan tempat tidur atau kursi roda.
Para pasien mulai dari orang tua, wanita, laki-laki, dan anak-anak. Hingga malam proses pemindahan pasien dari Rumah Sakit Semen Padang ke rumah sakit lain masih terus berlangsung. Antrean panjang mobil ambulan tampak standby membawa pasien.
Hingga berita ini diturunkan tidak ada laporan korban jiwa, namun dua orang dikabarkan terluka. Selain itu, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit itu dipindahkan ke rumah sakit lain.
Direktur Utama RS Semen Padang dr Selfi Farisha mengaku pihaknya belum mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. Menurutnya, manajemen rumah sakit langsung mengevakuasi seluruh pasien rawat inap yang terdata sebanyak 102 orang.
“Seluruh pasien tersebut dipindahkan ke beberapa rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut karena operasional Rumah Sakit Semen Padang untuk sementara waktu dihentikan pasca-ledakan,” katanya.
Ia memastikan akibat ledakan tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, dua pasien mengalami luka-luka yang diduga akibat terkena pecahan kaca atau benda lainnya.
“Sembari menunggu proses rujukan ke rumah sakit lain, manajemen RS Semen Padang tetap berupaya mengambil tindakan medis bagi pasien di sekitar pekarangan rumah sakit. Setelah mendapatkan kepastian rujukan dari rumah sakit yang dituju, pasien langsung dibawa,” ujarnya.
SUMBER LEDAKAN
Polresta Padang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca-insiden ledakan di SPH.
“Kami telah menurunkan tim untuk memeriksa dan melakukan olah TKP atas kejadian ini,” kata Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap.
Menurutnya, dari pemeriksaan ditemukan indikasi bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kerusakan yang terjadi di instalasi AC Central di lantai tujuh yang mengalami ledakan. Dari hasil pengamatan sementara, fasilitas di lantai tujuh rumah sakit tersebut terdampak cukup parah akibat ledakan. Namun, belum diketahui pasti apa saja alat-alat yang rusak.
Karena sifatnya merupakan AC Central, ledakan tersebut menjalar hingga ke lantai satu rumah sakit yang merupakan ruang pelayanan dan mengakibatkan ledakan 6 unit outdoor central AC di lantai 1.
“Mungkin (pekerja) lupa menutup rapat gas pengelasan, sehingga mengakibatkan meledaknya 6 unit outdoor central AC kemudian menyebar ledakan ke lantai 1 ruang pelayanan. Itu tepat di depan lift. Namun ini masih terus didalami. Tim Inafis juga masih terus bekerja,” katanya.
Ferry menambahkan, pihak rumah sakit fokus pada evakuasi pasien rawat inap ke sejumlah rumah sakit lain di Kota Padang, termasuk pasien rawat jalan dan pasien yang sedang berada di unit gawat darurat diperbolehkan pulang.
DIRUJUK KE RSUP M DJAMIL
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang menerima pasien rujukan dari Rumah Sakit Semen Padang yang lumpuh total akibat insiden ledakan.
“Atas kejadian yang dialami oleh Rumah Sakit Semen Padang kami langsung mengaktifkan kesiapsiagaan bencana, kami juga langsung menyiapkan penanganan medis,” kata Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang Dovy Djanas.
Ia mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah pasien yang dirujuk dari RS Semen Padang. Termasuk dua orang lainnya korban luka dalam insiden itu.
“Dua orang pasien adalah korban saat insiden ledakan terjadi, kondisinya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Mmenurutnya, dari sisi kesiapsiagaan tenaga medis dan ruangan, pihak RSUP M Djamil Padang masih cukup untuk memberikan layanan medis terhadap pasien.
“Bagi pasien yang kategorinya ringan dirujuk ke rumah sakit terdekat, bagi yang kondisi berat akan dibawa ke RSUP M Djamil,” katanya sembari menyampaikan turut prihatin atas kejadian yang menimpa Rumah Sakit Semen Padang. (ant/ski/trb)