GAYA tetap keren, keuangan tetap aman. Itulah alasan mengapa thrifting kian digandrungi mahasiswa.
Tak lagi dianggap kuno atau sekadar pilihan darurat, berburu pakaian bekas kini justru jadi bagian dari gaya hidup hemat, unik, dan penuh kreativitas.
Thrifting, sederhananya, adalah aktivitas membeli pakaian bekas yang masih layak pakai.
Meski bukan barang baru, kualitas dan modelnya seringkali tak kalah menarik dibandingkan baju-baju keluaran toko modern. Bahkan, banyak yang justru tampil beda dan berkarakter.
Selin (20 tahun), mahasiswa semester empat di salah satu kampus di Padang, adalah salah satu pemburu setia pakaian thrift.
“Dulu saya pikir barang thrift itu jelek atau lusuh. Tapi setelah dicoba, ternyata banyak yang bagus dan malah beda dari yang biasa dijual online,” tuturnya, Senin (7/7/2025).
Setiap akhir pekan, Selin menyempatkan diri ke pasar loak. Kadang juga belanja lewat toko online khusus barang bekas. Baginya, sensasi thrifting justru terletak pada proses mencarinya.
“Kayak berburu harta karun. Pernah dapat celana kulot bagus banget cuma Rp25 ribu. Bahannya adem dan unik,” katanya sambil tertawa.
Alasan lain mahasiswa tertarik thrifting adalah karena keunikan. Banyak yang merasa lebih percaya diri karena tak perlu takut baju mereka kembaran dengan teman satu kelas.
“Kalau beli di Shopee atau yang lagi FYP di TikTok, sering banget bajunya pasaran. Di kampus aja bisa kembaran,” ujar Selin.
Dengan thrifting, mahasiswa lebih bebas mengekspresikan diri. Mereka bisa memadupadankan berbagai gaya tanpa harus menguras dompet.
Selin mengaku sering mix and match sendiri dari koleksi baju thrift-nya.
“Yang penting nyaman dan cocok. Soal harga, itu cuma bonus,” imbuhnya.
Tren ini mulai naik daun sejak beberapa tahun terakhir, terutama setelah media sosial diramaikan konten thrift haul.
Selain hemat dan modis, thrifting juga dianggap sebagai langkah kecil mengurangi limbah pakaian, yang makin menggunung dari industri fesyen cepat.
Kini, thrifting bukan sekadar solusi hemat mahasiswa, tapi juga simbol gaya hidup kreatif, ramah lingkungan, dan anti-mainstream.
Karena ternyata, tampil keren tak harus selalu mahal. Kadang, yang paling berkesan justru yang ditemukan di tumpukan baju bekas, asal sabar dan jeli memilih. *