PASAMAN, KP — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, membutuhkan anggaran sekitar Rp35 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas layanan kesehatan guna meningkatkan mutu pelayanan.
Direktur RSUD Tuanku Rao, dr. Herman Dalimunte mengatakan, anggaran tersebut diperlukan untuk membangun ruang Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), gudang farmasi, ruang operasi sentral, kantor, serta aula rumah sakit.
“Sebagai rumah sakit baru, masih banyak fasilitas yang perlu dilengkapi. Saat ini kami belum memiliki ruang ICU,” ujar Herman di Lubuk Sikaping, Senin (7/7).
Pihaknya telah menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dan mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan RI. Ia menyebut, dukungan dana dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan karena keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pasaman.
“Tahun ini, Pemkab Pasaman baru mampu membangun gedung rawat inap sesuai standar KRIS dengan dana Rp1,18 miliar dari DAU prioritas. Prosesnya tengah berlangsung melalui e-katalog,” ujarnya.
Dijelaskannya, gedung KRIS akan dilengkapi dua kamar rawat dengan fasilitas sesuai standar BPJS Kesehatan. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjamin kesetaraan akses layanan bagi seluruh pasien.
RSUD Tuanku Rao melayani rata-rata 100 hingga 150 pasien per hari, terutama masyarakat wilayah Panti, Tapus, Rao, serta dari daerah perbatasan seperti Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Saat ini, pelayanan rumah sakit ditunjang delapan dokter umum, satu spesialis penyakit dalam, satu spesialis kandungan, dua spesialis bedah, satu spesialis anak, satu spesialis patologi klinik, satu spesialis patologi anatomi, satu spesialis anestesi, serta 67 tenaga perawat. Rumah sakit juga memiliki 10 kamar rawat inap dengan total 50 tempat tidur. (nst)