BUKITTINGGI, KP – Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengungkapkan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus optimal meski keuangan daerah defisit.
“Meskipun terjadi defisit anggaran sebesar Rp650 miliar pada evaluasi APBD 2023, pihaknya berkomitmen untuk mengoptimalkan pembangunan SDM dan memperkuat kapasitas tenaga pendidik,” tegasnya saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) Digitalisasi Guru SMK se-Kota Payakumbuh angkatan 8 dan 9, kemarin.
Dia mengatakan, seiring dengan berkembangnya era globalisasi guru-guru dituntut menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Hal itu merupakan dasar dalam menggagas kegiatan bimbingan teknis ini. Namun hal yang menjadi perhatian adalah, terbatasnya anggaran daerah untuk mensejahterakan guru yang memiliki peran penting dalam menciptakan SDM berkualitas.
“Jadi guru-guru yang meminta kenaikan tunjangan atau sebagainya mungkin belum bisa, namun DPRD terus mencarikan solusi demi optimal nya pembangun SDM yang lebih berkualitas,” katanya.
Dia mengatakan, banyak juga aspirasi tenaga pendidik yang ditampung dalam penerapan kurikulum merdeka, mayoritas mereka mempertanyakan bagaimana pola itu akan optimal jika infrastrukturnya tidak memadai. Dengan kondisi seperti sekarang, tenaga pendidik harus bisa bersiasat dengan apa yang dimiliki.
Pada zaman penjajahan banyak tokoh-tokoh bangsa memberikan gagasan ditengah keterbatasan dan figur itu berasal dari Sumbar. “Seperti Buya Hamka, Agus Salim hingga Tan Malaka. Pahlawan-pahlawan bangsa tersebut memiliki basic seorang guru, sosok-sosok tersebut bisa dijadikan motivasi, ” katanya
Sementara itu, Kabid PSMK Dinas Pendidikan Sumbar, Dr. Ariswan mengatakan, investasi pendidikan itu hanya muncul dari orang-orang pendidikan, ekonominya pendidikan.
Menurutnya guru adalah contoh, mulai dari masuk di awal tepat waktu, berpakaian yang sopan, bertutur kata yang baik, memberikan nasihat yang baik, itu semua guru yang mencontohkan.
Untuk diketahui Bimtek itu berlangsung selama empat hari dengan tema Creative Learning In Digital Age 2023 dan dihadiri sebanyak 9 SMK dari Kota Payakumbuh, 4 SMK Negeri dan 5 SMK Swasta. Terdiri dari 50 peserta Angkatan 8 dan 50 peserta Angkatan 9.
Masih ada satu tahap lagi yang akan dilewati oleh para guru. Tahap ini cukup menentukan karena nanti akan terkait dengan SMK Fair yang akan diadakan tahun depan. Kegiatan ini masih dalam tahap penggodokan.
“Program ini akan mengurus hilirisasi dari produk-produk SMK yang selama ini mungkin tersimpan saja di Gudang,” pungkasnya. (fai)