PADANG ARO, KP – Pertama dan satu-satunya di Solok Selatan (Solsel), Pos Gizi “Naga Ingin Ceting” alias Nagari Padang Air Dingin Cegah Stunting di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, resmi diluncurkan oleh Bupati Solsel H. Khairunas, Senin (8/5).
Peresmian pos gizi ini dilakukan oleh Bupati pada saat kunjungannya ke Nagari Padang Air Dingin dan Talunan Maju dalam penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (BP-CBP).
Pos gizi tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Nagari Padang Air Dingin, bekerja sama dengan UPT Puskesmas Sangir Jujuan dan Balai Penyuluhan KB.
Keberadaannya adalah sebagai salah satu upaya pemberdayaan keluarga dalam penanggulangan masalah gizi berbasis masyarakat, di mana pelaksanaannya dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Kegiatan di pos gizi tersebut meliputi pemberian makanan utama (makan siang), makanan tambahan lokal, edukasi kesehatan, dan motorik.
Dalam penyaluran bantuan pangan di kedua nagari tersebut, Khairunas mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, dan mengapresiasi PT. Pos Indonesia yang telah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam pendistribusian bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Bantuan pangan diharapkan mampu meredam dampak bidang ekonomi yang disebabkan oleh pandemi dan inflasi yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia,” kata Khairunas.
Khairunas juga menekankan kepada Wali Nagari dan jajaran untuk proaktif dalam pengiriman data masyarakat di semua aspek untuk dilakukan validasi. Selain itu, dia juga berharap semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat penerima manfaat beberapa bulan ke depan.
“Wali Nagari termasuk Wali Jorong, agar secara berkelanjutan memberikan data valid tentang kondisi riil masyarakatnya di segala aspek. Baik itu aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, atau yang lainnya agar pemerintah dapat merespon dan mengambil tindakan terarah dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Data masyarakat Solok Selatan yang berhak menerima bantuan pangan ini terdapat sebanyak 11.752 keluarga yang termasuk dalam penerima manfaat dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) serta penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Setiap keluarga nantinya akan menerima kurang lebih 10 kilogram. Total bantuan yang akan diterima oleh masyarakat Solok Selatan adalah sebanyak 35.256 kilogram alias 35,256 ton beras dari bantuan pangan cadangan beras pemerintah pusat. (kom)