Desain Baru Ujian Praktik SIM C,  Antusiasme Pemohon di 50 Kota Meningkat

DESAIN baru ujian praktik SIM disambut antusias oleh para pemohon SIM C di Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, KP – Desain baru ujian praktik SIM disambut antusias para pemohon SIM C di Kabupaten Limapuluh Kota. Satlantas Polres 50 Kota telah mengubah bentuk lintasan ujian praktik SIM dengan menghilangkan lintasan angka 8 dan zig-zag, sebagai respons terhadap arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Desain baru ini menggantikan lintasan dengan bentuk huruf S. Salah satu pemohon SIM C di Polres 50 Kota, Rifki, mengungkapkan bahwa desain baru ini memberinya harapan untuk lulus uji praktek dengan lebih mudah daripada sebelumnya.

Rifki sebelumnya tidak berhasil lulus uji praktek dengan lintasan desain lama yang berbentuk zig-zag dan angka 8. Namun, setelah mengetahui perubahan desain lintasan uji praktek melalui media sosial, Rifki merasa lebih bersemangat untuk mencoba lagi.

“Desain baru ini lebih mudah. Tidak serumit zig-zag dan angka 8, karena lebih mendekati kondisi nyata di jalan dan tetap memberikan pembelajaran,” kata Rifki kepada KORAN PADANG, Selasa (15/8).

Sementara itu Kasatlantas Polres 50 Kota, Iptu Omrizal menjelaskan, perubahan desain tersebut diterapkan sejak 3 Agustus lalu. Selain mengubah bentuk lintasan menjadi lebih lebar dan berbentuk huruf S, rencananya juga akan ditambahkan marka jalan dan rambu lalu lintas.

Hal ini akan membuat lintasan uji praktek semakin mendekati kondisi nyata di jalan raya. Omrizal juga menegaskan bahwa perubahan desain ini tidak akan mengurangi kompetensi yang diuji dalam ujian praktek SIM C. Perubahan tersebut telah melalui evaluasi terhadap kondisi di lapangan.

“Kami ingin membuatnya lebih sesuai dengan keadaan lalu lintas saat ini. Kami menyesuaikannya dengan kondisi nyata di jalan. Meskipun ada dua hari percobaan, pemohon SIM masih harus beradaptasi,” terangnya.

Karena desain baru ini masih baru, Satlantas Polres 50 Kota berencana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Ini dilakukan mengingat sebelumnya para pemohon SIM telah mempersiapkan diri dengan desain lintasan yang lama. “Kami akan memberikan pemahaman. Masyarakat sudah terbiasa dengan lintasan zig-zag dan angka 8, jadi perlu penyesuaian,” tambah Omrizal.

Sebelumnya Kapolres 50 Kota, Ricardo Condrat Yusuf menjelaskan bahwa penggantian desain ini dilakukan sesuai arahan Kapolri. Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan sesi coaching dan publikasi melalui media sosial.

“Kami memberikan perhatian khusus kepada para pemohon SIM, masyarakat, dan peraturan yang ada melalui Coaching Clinic. Hal ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai arahan Kapolri,” ungkapnya. (dst)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun