AGAM, KP – Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Sriwahyu Febrianti Firman dan anggota Komisi II DPR RI, Rezka Oktoberia, melakukan kunjungan ke Kabupaten Agam. Kedatangan rombongan disambut hangat Bupati Agam diwakil Sekda Edi Busti bersama kepala OPD, camat dan walinagari se-Kabupaten Agam, di rumah dinas bupati di Lubuk Basung, Selasa (11/7).
Sriwahyu Febrianti Firman mengatakan, kedatangannya dalam rangka kunjungan kerja terkait implementasi penyelenggaraan pemerintahan desa di Agam. Pihaknya sangat mendukung perkembangan dan kemajuan nagari, khususnya nagari-nagari yang baru dimekarkan.
“Kita selalu berupaya mewujudkan nagari atau desa yang mandiri dan mendorong nagari memiliki pendapatan asli nagari,” ujarnya.
Ia juga meminta walinagari untuk meningkatkan kemampuan, sehingga pelayanan di nagari juga meningkat.
Sementara, anggota DPR RI Rezka Oktoberia mengatakan, kunjungan kerja ini bertujuan untuk menindaklanjuti dan mengevaluasi terkait nagari-nagari yang dimekaran di Kabupaten Agam.
“Ada 10 nagari yang telah dimekarkan di Agam dan nomor nagarinya telah dikeluarkan. Selain itu, ada 13 nagari lagi masih dalam proses pemekaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan akan terus mengawal proses pemekaran 13 nagari yang belum dimekarkan itu serta memperjuangkan anggaran dana desa untuk nagari yang baru.
Di tempat yang sama, Sekda Edi Busti mengatakan, jumlah nagari di Kabupaten Agam awalnya sebanyak 82 nagari.
“Saat ini terdapat 92 nagari setelah akhir 2022 lalu pemerintah pusat mengeluarkan kode desa/nagari untuk 10 nagari yang baru,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, 10 nagari yang baru dimekarkan tersebut sampai saat ini belum memperoleh anggaran dana desa. Ia berharap pada 2024 nagari-nagari baru itu bisa mendapatkan anggaran dana desa. (rzk)