SIJUNJUNG, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung berkomitmen untuk menurunkan angka prevalensi stunting daerah tersebut yang masih 30 persen.
Hal itu diungkapkan Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir saat Peluncuran Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tingkat kabupaten yang dihadiri oleh Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Fatmawati, Selasa (8/8) di Taman kota Muaro Sijunjung.
Terkait Harganas di Kabupaten Sijunjung, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati mengatakan, sesuai dengan tema Harganas 2023 yaitu menuju keluarga bebas stunting untuk Indonesia maju, diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung bisa menekan angka stunting yang menurut data SSGI tahun 2022 yaitu 30 persen.
“Melalui gerakan makan kacang hijau dan telur untuk balita serta baduta, diharapkan mampu untuk menutup potensi stunting yang baru,” katanya.
Dia mengatakan, dari amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021, pada tahun 2024 target penurunan sebesar 14 persen, diharapkan kabupaten Sijunjung juga bisa mencapai target itu. BKKBN Sumbar terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk penurunan stunting, termasuk kabupaten Sijunjung.
BKKBN terus melakukan rapat-rapat koordinasi agar penanganan stunting bisa efektif dan mencapai target.
“Melalui peringatan Harganas di Kabupaten Sijunjung semoga bisa mempersatukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), sehingga bisa dilakukan intervensi-intervensi untuk program penurunan stunting sesuai dengan sasarannya,” katanya.
Sementara itu Bupati Kabupaten Sijunjung Beny Dwifa Yuswir mengatakan, di Sijunjung angka stunting masih 30 persen, hal itu dipengaruhi oleh faktor-faktor kondisi keluarga.
Dalam peringatan Harganas ke-30 pihaknya akan menjalankan program penguatan keluarga untuk menekan angka stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting di Kabupaten Sijunjung yaitu pernikahan dini, ada juga 10 persen calon pengantin lingkar lengannya belum memenuhi spesifikasi, hal itu akan menjadi perhatian Pemkab.
Dia mengatakan bidan yang bertugas di Kabupaten Sijunjung merupakan garda terdepan dalam pendataan potensi stunting, jika ada calon ibu berpotensi melahirkan anak stunting dan memiliki ekonomi lemah, maka akan dibantu sama-sama.
Diharapkan, para penyuluh dan kader bisa terus menjalankan sosialisasi agar program penanganan stunting berjalan maksimal.
Dia menambahkan, salama ini pendistribusian bantuan-bantuan stunting berjalan lancar, seperti makanan tambahan, pemenuhan protein seperti kacang hijau dan telur.
Pada peringatan Harganas ke-30 tingkat kabupaten Sijunjung dimulai dari kegiatan sarapan bersama telur dan bubur kacang hijau bersama Bupati serta Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung. Setelah itu juga ada selama massal yang juga diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati.
Pada kesempatan itu Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati juga menyerahkan sejumlah penghargaan, salah satunya penghargaan juara satu pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) terbaik kepada Bupati Kabupaten Sijunjung. (fai)