JAKARTA, KP – Buron selama tiga tahun, keberadaan tersangka kasus korupsi Harun Masiku akhirnya terdeteksi oleh pihak kepolisian.
Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv hubinter) Mabes Polri, Irjen Pol Krishna Murti memastikan keberadaan Harun Masiku terdeteksi berada di Indonesia. Sebelumnya, eks caleg PDIP itu sempat terdeteksi berada di Kamboja.
Irjen Pol Khrisna Murti mengatakan, Harun Masiku hanya satu hari saja berada di luar negeri.
“Lupa tanggalnya, tapi ada. Sehari setelah dia keluar, dia balik lagi (ke Indonesia),” ujar Krishna kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/8).
Krishna Murti diketahui mendatangi kantor KPK guna mengikuti rapat dengan Ketua KPK Firli Bahuri. Pada pertemuan itu, dibahas berbagai kasus korupsi transnasional, termasuk mengenai keberadaan sejumlah buronan KPK.
Ia menambahkan, keberadaan Harusn Masiku itu sudah disampaikan kepada pimpinan KPK. Termasuk, keberadaan dua buron korupsi lainnya, yakni Kirana Gautama dan Paulus Thanos.
KPK memastikan bakal menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan buron kasus korupsi Harun Masiku di Indonesia.
“Itu informasi penting yang akan kita dalami. Jadi, pertemuan ini tidak berhenti. Ke depan secara teknis akan kita tindak lanjuti melalui Kedeputian Penindakan dan Kedeputian Informasi dan Data untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Polri melalui Divisi Hubungan Internasional,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.
Untuk diketahui Harun Masiku telah menjadi buronan selama tiga tahun. Dia ditetapkan sebagai tersangka penyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan pada Januari 2020. Suap itu dilakukannya untuk lolos ke DPR RI melalui pergantian antar waktu (PAW).
Pada kasus ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka. Wahyu Setiawan selaku penerima suap telah divonis penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta. Sementara Saeful Bahri dan Agustiani sebagai perantara juga telah divonis. Saeful Bahri dipidana satu tahun delapan bulan penjara dan denda Rp 200 juta dan Agustiani empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta. (cnn)