Pengelolaan Dana Desa Diharapkan Makin Baik dengan Teknologi

PADANG ARO, KP – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap agar pengelolaan Dana Desa menjadi lebih akuntabel dan transparan di sisi hulu serta memberikan dampak yang lebih besar pada masyarakat nagari.

Mengingat besarnya anggaran yang diberikan kepada nagari setiap tahun oleh pemerintah, Bupati Solok Selatan mengatakan bahwa penggunaan Dana Desa perlu diatur dengan baik. Salah satu langkah antisipatif yang diambil adalah dengan memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES).

“Dengan adanya aplikasi Siskeudes, diharapkan proses pengadministrasian keuangan dapat lebih mudah, penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa dapat diminimalisir, baik pada pemerintah desa maupun nagari di Indonesia, khususnya di Kabupaten Solok Selatan,” kata Khairunas dalam pembukaan Pelatihan Siskeudes dan Sipades di Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (5/7).

Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang siap dan mampu menggunakan teknologi dalam penggunaan aplikasi tersebut. Bupati berharap bahwa seluruh operator Siskeudes di nagari dan kecamatan dapat membaca, memahami aturan, regulasi, petunjuk teknis pengelolaan dana desa, serta menguasai aplikasi tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penyimpangan atau kesalahan administratif dalam pengelolaan dana ini.

Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga diharapkan turut serta dalam mempersiapkan langkah konkret untuk mengharmonisasikan dan menyesuaikan perencanaan dan anggaran nagari dengan kabupaten. Di sisi lain, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa juga diharapkan aktif dalam melakukan pengawasan, memberikan pendampingan, dan pembinaan secara berkala.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan, Zigo Rolanda, berharap bahwa dengan adanya pelatihan ini, tidak akan terjadi penyelewengan Dana Desa di masa mendatang. “Dengan adanya sistem keuangan nagari, kita berharap tidak akan ada lagi penyelewengan. Keuangan ini tidak hanya tentang penyusunan sistem, tetapi juga menentukan target capaian pendapatan asli daerah di nagari,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 85 orang, terdiri dari 39 operator Siskeudes, 39 Kaur Keuangan nagari, dan 7 admin kecamatan. Sedangkan untuk pelatihan Sipades, diikuti oleh 78 orang, yakni 39 operator nagari dan 39 Kaur Keuangan nagari. (kom)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun