PADANG ARO, KP – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berencana kembali melaksanakan program “Satu Keluarga Satu Sapi” atau yang dikenal sebagai program “Suka Sapi”.
Pada tahun ini, rencananya akan diberikan 450 ekor sapi kepada 22 kelompok tani di Solok Selatan. Namun, dari hasil evaluasi program serupa pada tahun sebelumnya, ditemukan beberapa kendala yang perlu diatasi.
Hal itu disampaikan Bupati Solok Selatan. Khairunas dalam pembukaan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan Ternak Sapi Bagi Kelompok Penerima Bantuan Kegiatan Suka Sapi di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (29/8).
Bupati Khairunas, menyatakan bahwa beberapa kendala meliputi minimnya komitmen kelompok dalam menjalankan program, kurangnya pengalaman dan pengetahuan dalam manajemen pengelolaan ternak sapi, kepemilikan sapi yang dikelola secara komunal tetapi dianggap sebagai kepemilikan pribadi, kurangnya pemahaman tentang manajemen kandang yang sesuai standar, serta masalah terkait prosedur penjualan, pengadaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang tidak dipahami dengan baik.
Oleh karena itu, Bupati Khairunas menilai pentingnya memberikan pengetahuan kepada semua penerima program agar mereka mampu mengelola sapi dengan baik, sehingga program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat berkontribusi pada perekonomian penerima manfaatnya.
Bupati juga meminta kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan untuk mencatat semua kendala yang ada serta mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut agar kendala serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam bimbingan teknis yang diadakan, Kepala Bidang Produksi dan Teknologi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Efdal Kavri, mengingatkan bahwa pengelolaan ternak sapi perlu disesuaikan dengan jenis sapi yang dimiliki.
Ia juga menyarankan agar peternak sapi memiliki asuransi sapi untuk mengatasi kemungkinan masalah yang mungkin timbul.
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman dalam beternak sapi dan meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen sapi.
Peserta bimbingan teknis ini melibatkan berbagai pihak, termasuk camat, wali nagari, koordinator balai penyuluhan, pengurus kelompok tani, serta tenaga medis dan paramedis hewan.
Diharapkan dengan tindakan ini, program “Suka Sapi” dapat berjalan lebih efektif dan membantu dalam pengembangan sektor peternakan serta ekonomi masyarakat di Solok Selatan. (kom)