Home » Bupati Eka Putra Hadiri Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Milik Kasat Lantas

Bupati Eka Putra Hadiri Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Milik Kasat Lantas

Redaksi
A+A-
Reset

TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar Eka Putra mengungkapkan, komoditi bawang merah menjadi salah satu elemen atau unsur dalam pengendalian inflasi di daerah Luhak Nan Tuo itu.

“Tanah Datar memiliki ketersediaan bawang merah yang mencukupi bahkan surplus, selain ketersediaan cabai, tomat, dan komoditas lainnya. Hal ini sangat mendukung pengendalian inflasi di Tanah Datar,” kata Bupati Eka Putra, di Jorong Tigo Batur, Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kamis (21/9).

Menurutnya, keberhasilan Tanah Datar dalam pengendalian inflasi mendapat apresiasi pemerintah pusat dengan menjadi Terbaik 1 di Wilayah Sumatra dalam TPID Award beberapa waktu lalu.

“Hal ini turut didukung oleh instansi lainnya, seperti Kasat Lantas Polres Tanah Datar, bapak Iptu Hidayanda Rizki yang bertanam bawang merah dan panen hari ini. Saya sangat mengapresiasinya karena turut membantu ketersediaan bawang merah di Tanah Datar,” katanya sembari berharap nagari lainnya di Tanah Datar turut mencontoh yang dilaksanakan Kasat Lantas.

“Pertanian bawang merah ini dapat meningkatkan perekonomian petani sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Di perkebunan ini saja mampu menampung 51 tenaga kerja setiap hari,” ungkapnya.

Bupati Eka Putra menambahkan, Tanah Datar juga memiliki berbagai varietas unggulan asli seperti Sumbu Marapi untuk varietas bawang merah, Bujang Marantau untuk varietas padi, dan lainnya.

“Diharapkan para petani memanfaatkan varietas asli tersebut,” ujarnya.

Sementara, Iptu Hidayanda Rizki mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bupati Tanah Datar untuk melaksanakan panen perdana di lahan pertaniannya. Ia mengungkapkan, lahan pertanian seluas 2 hektare miliknya ditanam bawang merah varietas birma yang berasal dari Kabupaten Solok.

“Kita memilih varietas ini karena mampu berkembang di dataran rendah dan suhu panas. Bahkan, masa tanam sampai panen yang di daerah asalnya 3 bulan 14 hari, bisa dipangkas menjadi 2 bulan 5 hari saja,” terangnya. (nas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?