SOLOK, KP – Dalam rangka menindaklanjuti imbauan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, Pemerintah Kota Solok memulai langkah konkret dengan memantau harga bahan pokok selama dua minggu ke depan.
Pemantauan ini merupakan komitmen Pemko Solok sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mendukung pengendalian inflasi, terutama pada komoditas pangan strategis yang rentan terhadap fluktuasi harga.
Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra di Solok, kemarin menjelaskan bahwa pengendalian inflasi ini berdasarkan kerangka 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Kerangka ini memastikan harga tetap terjangkau, pasokan bahan pokok selalu tersedia, distribusi berjalan lancar, dan informasi terkait harga serta pasokan disampaikan dengan baik kepada masyarakat. “Kami berupaya menjaga daya beli masyarakat dalam pemulihan ekonomi nasional,” ujar Ramadhani.
Fokus utama Pemko Solok adalah pengendalian inflasi dari sisi suplai untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Pemantauan berkala akan dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau.
Selain itu, Pemko Solok berencana mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pasar digital sebagai strategi pengendalian inflasi. Pemanfaatan platform e-commerce diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan membantu menstabilkan harga melalui peningkatan efisiensi distribusi.
Kota Solok masih sangat bergantung pada daerah penyangga untuk beberapa bahan pokok seperti cabai dan gula, yang menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga. Kolaborasi dengan pemerintah daerah tetangga penting untuk memastikan pasokan lancar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selama dua minggu ke depan, Pemko Solok akan terus memantau harga bahan pokok di pasar. Jika harga masih naik, Pemko Solok siap merumuskan kebijakan intervensi untuk mencegah inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan melindungi daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kota Solok. (van)
