SAWAHLUNTO, KP — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sawahlunto menggelar pertemuan silaturahmi bersama puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut, Selasa (27/1). Bertempat di Aula RSUD Sawahlunto, pertemuan ini menjadi momentum perdana bagi Kepala Dinas Kominfo yang baru, Adrius Putra, untuk memperkuat sinergitas kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers di tengah kondisi anggaran yang memprihatinkan.
Dalam pertemuan tersebut, Adrius Putra yang dilantik pada 6 Januari 2026 lalu, secara terbuka memaparkan kondisi fiskal pada Dinas Kominfo. Ia mengakui bahwa anggaran kerja sama media untuk tahun 2026 masih sangat minim sehingga berdampak pada kelangsungan langganan media cetak maupun daring (online). Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan penambahan anggaran kepada pimpinan daerah.
“Hubungan silaturahmi ini perlu kita jaga dan tingkatkan ke depan antara Kominfo dengan para mitra wartawan. Meski baru menjabat, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meminta tambahan anggaran kepada Pemerintah Kota, mengingat kondisi saat ini memang cukup prihatin untuk kerja sama media,” ujar Adrius Putra.
Hadir mendampingi Kadis Kominfo, Sekretaris Kominfo Apjulkir Papua, Kabid Layanan E-Government dan Persandian Egi Delvita, serta Kabid Informasi Komunikasi Publik (IKP) dan Statistik, Dari Rahmawati.
Di sisi lain, para jurnalis Kota Sawahlunto menghujani pihak Kominfo dengan pertanyaan terkait kejelasan kerja sama media. Mereka berharap Pemko Sawahlunto dapat meningkatkan nilai kerja sama langganan di masa mendatang. Keluhan mengenai terbatasnya porsi anggaran media di tahun berjalan menjadi poin utama yang disampaikan para wartawan kepada jajaran pejabat Kominfo.
Amin, salah seorang wartawan senior di Sawahlunto, mengungkapkan bahwa profesi wartawan kian hari kian sulit akibat minimnya dukungan anggaran dari mitra kerja. Ia menyadari kondisi pemerintah daerah yang saat ini tengah mengalami defisit anggaran, namun tetap berharap ada upaya nyata dari Dinas Kominfo dalam mencari solusi pada APBD Perubahan nanti.
“Semakin hari penghidupan wartawan semakin sulit. Semoga para petinggi di Kominfo bisa berusaha ke depannya, dan kami sangat menyadari bahwa saat ini pemerintah memang sedang defisit anggaran,” kata Amin.
Menanggapi hal tersebut, jajaran Dinas Kominfo Sawahlunto berjanji akan menjadikan masukan dari insan pers sebagai bahan evaluasi dalam pengajuan anggaran pada sisa tahun anggaran 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal transparansi pengelolaan anggaran publikasi di Kota Sawahlunto. (bus)
