PADANG, KP — Pertamina Patra Niaga memastikan terus memantau konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, khususnya yang bersubsidi, di wilayah Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan guna menjamin kuota yang telah ditetapkan dapat tersalurkan secara merata dan mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun 2026.
Officer Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Ashila Chayapatha mengungkapkan, alokasi energi untuk Sumatera Barat tahun ini telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan berdasarkan realisasi konsumsi tahun sebelumnya. Secara umum, alokasi BBM dan elpiji tahun 2026 mengalami peningkatan volume dibandingkan tahun 2025.
Peningkatan signifikan terlihat pada alokasi Pertalite, di mana pada tahun 2025 realisasinya mencapai 661 juta liter, sementara untuk tahun 2026 kuota yang disediakan naik menjadi 704 juta liter. Penambahan ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan permintaan di berbagai daerah di Sumatera Barat.
“Dengan penambahan dimaksud, seharusnya tidak ada kekurangan. Namun memang perlu diatur karena ada bulan-bulan tertentu yang konsumsinya tinggi,” ujar Ashila, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, pola konsumsi energi di Sumatera Barat sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh momen-momen tertentu, seperti hari besar keagamaan. Sebagai contoh, pada periode libur Lebaran lalu, konsumsi BBM jenis gasoline tercatat melonjak hingga 26,4 persen dibandingkan hari normal, sementara konsumsi elpiji juga meningkat sebesar 10,5 persen.
Untuk memastikan distribusi tetap tepat sasaran dan lancar, Pertamina melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran di setiap SPBU. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan tidak terpengaruh oleh isu kenaikan harga yang dapat memicu aksi borong atau ‘panic buying’. Selain itu, konsumen diharapkan tetap bijak dalam menggunakan BBM agar alokasi yang tersedia mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. (rri/*)
