PADANG, KP – Lonjakan tajam harga bahan baku plastik mulai menekan pelaku usaha kecil di Kota Padang. Para pedagang terpaksa mengambil langkah sulit, mulai dari menaikkan harga jual hingga memangkas keuntungan agar usaha tetap bertahan.
Seorang pedagang kelontong di kawasan Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Herman, mengatakan kenaikan harga plastik berdampak langsung pada harga barang dari produsen.
“Harga bahan baku plastik naik sangat tinggi. Produsen menaikkan biaya operasional, otomatis harga barang juga ikut naik. Sementara banyak dagangan kami yang menggunakan kemasan plastik,” ujarnya dilansir dari TribunPadang.com, Rabu (8/4).
Ia menyebut kenaikan harga di tokonya berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per item. Minuman kemasan yang sebelumnya dijual Rp500 per buah kini menjadi sekitar Rp750, sementara minuman susu dan kopi kemasan naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per botol.
“Kalau tidak dinaikkan, keuntungan bisa sangat kecil bahkan tidak ada. Modal saja sudah naik,” katanya.
Namun, tidak semua pedagang berani menaikkan harga. Chandra, penjual air tebu di Pasar Lubuk Buaya, memilih mempertahankan harga demi menjaga pelanggan, meski harus mengorbankan margin keuntungan. “Belum berani naikkan harga. Takut pelanggan lari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kevin, pedagang sarapan di kawasan yang sama. Ia menyiasati kenaikan biaya dengan mengurangi porsi dagangan. “Harga plastik sekarang mahal sekali, bahkan bisa naik sampai 100 persen. Jadi terpaksa porsi kita kurangi supaya tetap ada keuntungan,” katanya.
Sementara itu, pedagang plastik di Pasar Lubuk Buaya, Melza, mengungkapkan kenaikan harga sudah berlangsung sekitar tiga minggu terakhir dengan variasi tergantung jenis plastik.
Kenaikan signifikan terjadi pada plastik jenis PE yang umum digunakan untuk membungkus kebutuhan pokok. Harga ukuran seperempat kilogram naik dari Rp8 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram, sedangkan ukuran satu kilogram melonjak dari Rp27 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Kantong kresek juga mengalami kenaikan. Kresek bening naik dari Rp6 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram, sementara kresek berwarna naik dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
“Rata-rata kenaikan plastik bungkus atau kresek itu sekitar Rp2 ribu sampai Rp5 ribu,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku plastik, agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil dan masyarakat. (trb)
