TIAP kabupaten dan kota di Sumbar terus berpacu melaksanakan program usaha ekonomi produktif. Persaingan dalam memunculkan beragam bisnis kerakyatan terus bergulir di masing-masing daerah. Sehingga, tiap daerah punya kebanggaan dengan beragam corak ekonomi kerakyatan yang ditampilkan.
Misalnya, Kabupaten Pasaman yang sekarang makin terkenal dengan perikanan kolam air tawarnya. Boleh jadi saat ini Pasaman merupakan penghasil ikan terbesar di Sumbar. Hal ini punya kaitan langsung dengan irigasi Panti Rao yang dibangun pada era Presiden Soeharto. Irigasi Panti Rao merupakan salah satu proyek pengairan terbesar, setidaknya untuk untuk kawasan Sumatera bagian tengah.
Areal persawahan di kawasan Pasaman Utara juga tidak pernah mengering meski saat musim kemarau melanda di negeri ini. Air di sana benar-benar tak pernah mengering. Dengan nikmat luar biasa air melimpah tersebut, selain pertanian padi, Pasaman juga sukses dengan program unggulan peternakan ikan air tawar.
Namun, problema pun muncul. Pemasaran ikan mengalami kendala. Hal ini tentunya butuh ide bernas dalam memecahkan masalah tersebut. Unsur pemerintah bersama cendekiawan terkemuka diharapkan tampil ke ‘tengah gelanggang’ dalam menghadirkan terobosan dalam mencari dan memperluas pangsa pasar ikan Pasaman.
Bagaimanapun juga, Pasaman dengan produktivitas ikannya yang tersohor punya efek positif pada kesejahteraan rakyat sekaligus mencerdaskan anak bangsa. Sebab, ikan dikenal punya kandungan gizi yang melimpah dan bermanfaat bagi kecerdasan anak sejak dini, sekaligus mencegah stunting yang jadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi saat ini.
Pasaman hebat dengan ikannya
Pantas kebanggaan kita bersama
Irigasi Panti Rao punya cerita
Memberi banyak rezeki bagi warganya. *
