NEGERI ini benar-benar sedang berjibaku menghabisi narkoba yang memunculkan malapetaka. Insan yang kecanduan narkoba mungkin merasa bangga. Namun kebanggan yang dinikmatinya hanya secuil. Saat dilanda kelengahan, mudharat pun datang. Begitu sering nasib mereka. Keluarga pun jadi sengsara.
Walau terkadang penampilan gagah, tapi itu hanya nikmat jelang sengsara. Berurusan dengan aparat, ditangkap, masuk penjara. Orangtua merana. Apa mau dikata.
Narkoba adalah racun hidup penyebab sengsara. Walau ada yang kaya ulah menjual narkoba, tapi itu tidak seberapa. Hanya angin seketika sebelum alat negara bicara. Borgol pun tiba, tak dapat berbuat apa-apa. Hidup lama di penjara. Sangat disayangkan, rata-rata mereka adalah calon harapan bangsa.
Jika diperhatikan dari pemberitaan di media, pecandu narkoba termasuk sulit insyaf. Banyak bukti, pelaku narkoba tersebut begitu sering keluar-masuk penjara dan berstatus residivis kambuhan. Sangat pantas pemerintah melakukan evaluasi pada mereka yang masuk penjara berkali-kali. Majelis hakim sangat diharapkan mampu menyadarkan pelaku narkoba tersebut, dengan menjatuhkan vonis yang membuat jera.
Kita tentu tidak ingin korban narkoba semakin banyak berjatuhan. Strategi jitu mesti dirumuskan dalam menghabisi narkoba di negeri ini. Pemerintah bersama cendekiawan yang jumlahnya tak terhitung di negeri ini pantas bekerjasama meramu resep ampuh dalam menghabisi narkoba. Pulang maklum pada Bapak-Ibuk kaum cerdik pandai. *
