PEMBANGUNAN jalan tol Sumbar-Riau pada ruas Payakumbuh-Pangkalan-tetap lanjut walau lokasinya dialihkan. Pengalihan itu karena adanya protes dari warga lima nagari yang dilewati rencana pembangunan jalan tol tersebut.
Disepakati, jalur yang awalnya melewati lima nagari dialihkan ke Sarilamak, Payakumbuh, berlanjut ke arah Pekanbaru, Riau, seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Sabtu (30/9). Insya Allah, pembangunan jalan tol di kawasan Sarilamak dan sekitarnya tak ada problema lagi.
Semoga saja hal ini tidak memperlambat tahapan kerja pembangunan tol Padang-Perkanbaru, khususnya di wilayah Limapuluh Kota. Berpindahnya jalur ke Sarilamak tentunya memberi keuntungan bagi warga setempat. Bisa jadi kawasan sekitar Sarilamak-Lubukbangku bakal jadi kawasan persinggahan modern yang menguntungkan bagi ekonomi produktif. Seperti rumah makan, restoran, hingga beragam fasilitas lainnya.
Semoga saja, Pemkab Limapuluh Kota bersama mitranya sudah memprogramkan rencana yang terbilang menggiurkan ini. Sebab, keberadaan areal peristirahatan (rest area) akan menumbuhkan perekonomian daerah sekitar.
Kita percaya, Pemkab Limapuluh Kota punya keseriusan maksimal menjadikan Sarilamak dan sekitarnya sebagai kawasan bisnis yang hidup 24 jam berkat pengguna jalan tol yang melintas. Di manapun di Indonesia ini, sudah terbukti pembangunan memberikan keuntungan bagi daerah dan warga sekitar.
Contoh kecil saja, pembangunan kampus UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek, Kota Padang. Dulu, kawasan itu seperti ‘rimba hening’. Kini sudah seperti kota baru. Masyarakat setempat bergairah membuka usaha, mulai dari warung kecil-kecilan, rumah makan murah-meriah, usaha fotokopi dan ATK, hingga rumah kos.
Sudah selayaknya Pemkab Limapuluh Kota tampil menggenjot usaha ekonomi produktif di kawasan Sarilamak yang bakal jadi perlintasan tol. Kita juga tidak menutup mata dengan kehebatan pendatang yang sukses berbisnis hingga ke pedalaman Limapuluh Kota sejak dulunya.
Begitulah, dengan beralihnya kawasan tol dari lima nagari ke Sarilamak, pasti ada hikmahnya. Semoga saja tol Sarilamak ini tak ada lagi problema yang memusingkan. Semakin cepat pengerjaan tol Sumbar-Riau tentu semakin cepat pula dampak positifnya dirasakan oleh masyarakat Sumbar-Riau. *
