Home » BANJIR BANDANG LAHAR DINGIN TERJANG SEJUMLAH DAERAH

BANJIR BANDANG LAHAR DINGIN TERJANG SEJUMLAH DAERAH

Puluhan Orang Meninggal, Padang-Bukittinggi Putus Total

Redaksi
A+A-
Reset

Foto udara kondisi jalan nasional yang putus di kawasan Silaiang, Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (12/5/2024). Ruas jalan utama Padang – Bukittinggi via Padang Panjang tersebut putus akibat banjir bandang pada Sabtu (11/5) dan arus lalulintas terpaksa dialihkan ke sejumlah jalur alternatif. ANTARA FOTO/Beni Wijaya/Lmo/Spt.

PADANG, KP – Sumbar berduka. Banjir bandang akibat lahar dingin Gunung Marapi menerjang sejumlah daerah, Sabtu (11/5). Data sementara hingga tadi malam, sebanyak 37 orang ditemukan meninggal. Sementara upaya pencarian masih berlangsung untuk menemukan korban yang masih hilang.

Banjir bandang disertai material lahar dingin Gunung Marapi seperti bebatuan melanda Kabupaten Tanah Datar, Kabaupaten Agam, Kota Padang Panjang, hingga Kabupaten Padang Pariaman. Bencana alam dahsyat itu mengakibatkan ruas jalan nasional Padang-Bukittinggi putus total karena badan jalan ambruk di kawasan Silaiang, Lembah Anai.

Sedangkan rute alternatif Padang-Bukittinggi via Malalak juga tidak bisa dilewati karena ditimbun longsor. Kepala Pelaksana BPBD Agam Budi Perwira Negara mengatakan, longsor menutupi akses jalan provinsi sepanjang 12 meter dengan ketinggian mencapai 3-4 meter, di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Longsor terjadi Sabtu malam (11/5) sekitar pukul 19.10 WIB.

RUAS jalan nasional Padang-Bukittinggi putus total karena badan jalan ambruk di Kawasan Silaiang,Lembah Anai. Sedangkan jalur alternatif via Malalak dan Sitinjau Laut juga terputus akibat longsor. Satu-satunya akses jalan Padang-Bukittinggi adalah via Kelok 44 di Maninjau.

“Jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Wilayah Bukittinggi untuk untuk menurunkan alat berat guna membersihkan material tanah longsor.

Kondisi serupa juga terjadi pada jalur Padang-Bukittinggi karena longsor di Sitinjau Laut, Minggu sore (12/5). Informasi sementara, dua mobil dilaporkan tertimbun longsor. Kondisi korban dan identitas masih belum diketahui.

Satu-satunya akses Padang-Bukittinggi adalah via Maninjau melewati Kelok 44 dengan rute Padang, Pariaman, Tiku, Lubuak Basung, Matur, dan sampai Bukittinggi.

Sementara itu, jumlah rumah, infrastruktur, sarana prasarana, dan korban yang terkena dampak akibat musibah ini masih dalam pendataan. Diperkirakan bencana alam ini menimbulkan kerugian materil dalam skala cukup besar.

KORBAN MENINGGAL

Hingga Minggu malam (12/5) tim gabungan telah menemukan 37 jenazah korban longsor dan banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi. Kepala Basarnas Padang Abdul Malik mengatakan, dari 37 korban meninggal, 34 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sedangkan 3 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Seluruh korban awalnya dibawa ke berbagai rumah sakit di Sumbar, di antaranya RSAM Bukittinggi, RSUD Batusangkar, dan Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

“Sebagian korban meninggal telah dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Abdul Malik, dikutip dari laman sumbarkita.id.

Menurutnya, pencarian korban untuk sementara dihentikan pada pukul 18.30 WIB karena derasnya hujan di kawasan terdampak bencana. Pencarian akan dilanjutkan jika hujan reda atau jika tidak memungkinkan, pencarian dilanjutkan pada Senin pagi ini (13/5).

Sementara itu, banjir bandang juga melanda kawasan Anduriang Kayutanam dan Sungai Buluah Timur, Kabupaten Padang Pariaman. BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat tujuh orang meninggal akibat banjir bandang itu.

Kepala BPBD Padang Pariaman El Abdes Marsyam mengatakan, banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Anai yang dipicu oleh hujan lebat.

Ia mengungkapkan, tujuh korban meninggal terdiri dari 3 orang laki-laki dan 4 perempuan. Pihaknya saat ini masih melakukan pencarian di kawasan Korong Asam Pulau, Guguak, dan korong lainnya di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayutanam.

BPBD DIRIKAN POSKO PENCARIAN KORBAN HILANG

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mendirikan posko pencarian korban hilang akibat banjir lahar dingin.

“Bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dapat melapor ke posko tanggap darurat di SD Negeri 08 Kubang Duo Koto Panjang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumbar Fajar Sukma.

Menurtnya, setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada tim pencarian korban di lapangan. Dugaan sementara, warga yang hilang bisa saja terbawa arus banjir lahar dingin hingga ke aliran Sungai Batang Anai atau sungai-sungai lainnya.

BPBD Sumbar masih mencari sejumlah warga di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang yang belum ditemukan. Ia menegaskan, jumlah korban yang hilang masih bersifat sementara dan dinamis. Sebab, bisa saja ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya namun belum terdata.

NAGARI BUKIK BATABUAH WILAYAH TERDAMPAK PALING PARAH

BPBD Sumbar menyatakan Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam merupakan wilayah yang terdampak paling parah dibandingkan daerah lainnya akibat banjir lahar dingin.

“Nagari Bukik Batabuah posisinya paling dekat dengan luapan lahar dingin dari hulu Gunung Marapi, sehingga langsung menghantam pemukiman warga,” kata Fajar Sukma.

Selain Bukik Batabuah, empat nagari di Kabupaten Tanah Datar juga terdampak cukup parah. Namun, BPBD belum bisa melaporkan secara detail bentuk kerusakan hingga jumlah pasti korban meninggal dunia maupun hilang.

BPBD telah mendatangkan satu tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Nagari Bukik Batabuah. Apabila pasokan air kurang BPBD akan meminta perusahaan daerah air minum setempat untuk menambah ketersediaan air bersih.

LANGKAH PENANGANAN BENCANA

Gubernur Sumbar Mahyeldi, pada Minggu pagi (12/5) langsung meninjau beberapa lokasi terkena bencana banjir. Di antaranya jalan nasional yang terputus di Silaing. Mahyeldi menyebut, kondisi jalan tersebut rusak parah. Sekitar 200 meter badan jalan tergerus air sungai yang meluap dan tidak bisa lagi dilewati.

“Kita segera koordinasi dengan semua pihak termasuk pemerintah pusat untuk mencarikan solusi karena ini merupakan jalan negara,” katanya.

la menyebut, solusi harus dicarikan secepatnya karena jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung Padang-Pekanbaru via Padang Panjang.

Mahyeldi juga telah memerintahkan BPBD Sumbar untuk segera berkoordinasi dengan BPBD daerah yang dilanda bencana.

Sedangkan untuk jalur Padang– Bukittinggi, gubernur menginstruksikan BMCKTR untuk segera membersihkan material longsor di jalur Malalak dan Sitinjau Laut.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Kami atas nama Pemprov Sumbar bersama bupati dan walikota mengucapkan belasungkawa dan turut berduka khususnya pada masyarakat yang anggota keluarganya meninggal dunia. Innalillaahi Wainnailahi roji’un,” kata gubernur.

Kepada seluruh pihak yang terlibat, TNI, Polri, dan jajaran OPD Pemprov Sumbar serta pemda, gubernur mengimbau untuk saling-bahu membahu memberikan bantuan dan menciptakan suasana kondusif membantu masyarakat yang terdampak bencana. (wrm/ant/ski)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?