LIMAPULUH KOTA, KP — Lokasi kebakaran hebat yang menghanguskan rumah warga di Jorong Jopang, Nagari Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, masih menjadi perhatian masyarakat hingga Minggu (18/1). Pantauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), garis polisi (police line) telah terpasang mengelilingi rumah milik keluarga Dede, Nela, Rini, dan Ipeh guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Satu hari pascakejadian yang berlangsung pada Kamis (15/1) sore pukul 17.30 WIB tersebut, aroma minyak yang sangat menyengat dilaporkan masih tercium di sekitar reruntuhan. Di lokasi, terlihat banyak drum besi maupun plastik yang berserakan di dekat bangkai tiga unit mobil, sepeda motor, serta sepeda yang ludes terbakar bersama bangunan rumah.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa salah seorang penghuni rumah bernama Deden mengalami luka bakar pada bagian kaki dan telah dilarikan ke rumah sakit di Kota Payakumbuh.
Menurutnya, korban memang memiliki usaha penjualan minyak yang rutin mendapatkan pasokan barang pada hari tertentu.
“Ini rumah milik Rini, sementara yang terbakar pada bagian kaki itu bernama Deden. Dia memang berjualan minyak. Biasanya pasokan minyak masuk setiap hari Kamis, dan dia juga kerap mencari minyak menggunakan mobil yang ikut terbakar itu,” ujar warga tersebut, Jumat (16/1).
Kehadiran drum-drum di sekitar kendaraan yang terbakar memicu dugaan adanya kaitan aktivitas penyimpanan bahan bakar dengan pemicu api. Belasan warga dari berbagai tempat hingga kini terus mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung dampak kerusakan akibat musibah yang terjadi menjelang magrib tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Polisi belum memberikan keterangan resmi apakah insiden ini murni kecelakaan atau terdapat unsur kelalaian dalam pengelolaan bahan mudah terbakar di lingkungan permukiman padat penduduk tersebut. (dst)