AGAM, KP — Warga Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, digemparkan dengan penemuan tiga buah tulang yang diduga milik manusia di area bekas terjangan banjir bandang, Jumat (16/1). Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dan personel Brimob Polda Sumbar yang masih bersiaga di lokasi sejak bencana melanda akhir November 2025 lalu.
Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Safriadi, mengonfirmasi bahwa tulang-tulang tersebut ditemukan warga sekitar pukul 09.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang dipimpin Waka Polsek Iptu Deddi Efendi bersama Sat Brimob Polda Sumbar langsung melakukan evakuasi dari tumpukan material sisa bencana.
“Tiga buah tulang yang diduga manusia itu telah dievakuasi oleh anggota Brimob Polda Sumbar. Saat ini, temuan tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar AKP Alwizi di Lubuk Basung, Sabtu (17/1).
Proses identifikasi medis diperlukan untuk memastikan secara ilmiah apakah tulang tersebut merupakan bagian dari kerangka manusia atau hewan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim ahli dari RSUD Lubuk Basung.
“Tulang langsung dibawa untuk identifikasi dan saat ini hasilnya belum keluar,” tambahnya.
Kawasan Simpang Dingin merupakan salah satu titik terparah saat bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut, yang mengakibatkan sedikitnya 136 orang meninggal dunia.
Hingga kini, puluhan warga masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material lumpur serta bebatuan yang merusak permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur jalan dan jembatan.
Penemuan tulang ini memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang hingga kini masih mencari keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang. Kepolisian mengimbau warga untuk segera melapor jika kembali menemukan benda-benda mencurigakan atau sisa-sisa jasad di sekitar lokasi pembersihan material bencana guna percepatan proses identifikasi korban. (ant)