Oleh: H. Adi Bermasa
DR. Derliana, tokoh wanita Sumbar yang mengabdi dalam dunia pendidikan pantas dibanggakan Sejak dipercaya memimpin Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang,lembaga pendidikan itu ‘kebanjiran’calon siswa baru.
Hal itu dibuktikan dengan berduyun-duyunnya orang tua calon santri mendatangi pesantren ternama binaan Muhammadiyah tersebut untuk mendaftarkan anaknya. Bahkan, dikabarkan ada calon wali santri yang bermalam di sana demi menunggu kepastian apakah anaknya diterima atau tidak di PP Kauman ini.
‘Lakek tangan’ Derliana, wanita pendidik yang mengabdi di lingkungan persyarikatan ini telah mengharumkan lembaga (pesantren) binaan Muhammadiyah. Namun, hal ini juga jadi tantangan bagi keorganisasian Muhammadiyah. Sebab, dengan membludaknya calon santri, mungkin saja fasilitas yang ada tidak jadi mencukupi. Seperti jumlah lokal yang terbatas, unit komputer, dan lain sebagainya.
Meski demikian, kita yakin pengelola pesantren Kauman sudah memperhitungkan daya tampung termasuk fasilitas tersedia. Kalau dipaksakan menerima santri di luar daya tampung, tentu persoalannya jadi lain.
Oleh karena itu, ‘diplomasi’ Derliana sangat ditunggu oleh wali calon santri. Tentu beliau punya ‘kiat khusus’ mengamankan suasana ledakan calon santri Kauman ini.
Khusus kepada calon wali murid Pesantren Kauman, diharapkan tetap dalam suasana terkendali. Bagaimanapun, tentu ada jalan terbaik. Diharapkan juta jajaran Pemko Padang Panjang bersama Kemenag setempat punya strategi khusus mengatasi problema membludaknya calon santri Kauman ini.
Kita tentu sepakat, jangan sampai ada anak usia sekolah di Padang Panjang yang tidak tertampung dalam tahun ajaran baru ini. *
