SIJUNJUNG, KP – Ketua Satgas Organik Sumbar Yusman, mengharapkan agar kelompok tani terus menerapkan pertanian oganik dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh agar semakin banyak petani yang menghasilkan padi organik.
Hal itu disampaikannya pada acara pada acara panen padi organik pada hamparan sawah milik Kelompok Tani Sopan Botuong, Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Senin (10/7). Dengan mengunakan varietas lokal, sebanyak 15 orang petani sukses menghasilkan padi organik pada lahan seluas 10 hektare.
Panen itu dihadiri jajaran Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Sumbar, Satgas Organik, Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Dinas Pangan dan Perikanan, Camat IV Nagari, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan IV Nagari, Wali Nagari dan Bamus Nagari Muaro Bodi, serta perwakilan keltan di Muaro Bodi.
Yusman menjelaskan, budidaya padi organik mengacu pada standar yang telah ditetapkan dan disahkan oleh badan independen. Syarat utamanya adalah tidak menggunakan pestisida dan pupuk dari bahan kimia sintetis, pemeliharaan kesuburan tanah melalui proses alami, dan penggunaan benih dari pengelolaan benih organik.
Sementara, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Hendra menyampaikan, kalau hanya produksi selama semusim masih belum diakui oleh LSO sebagai padi organik, maka usaha ini harus berlanjut.
Di tempat yang sama, Manajer LSO Sumbar Wina Rizki Hartati mengatakan, LSO hanya terdapat 12 di Indonesia dan LSO Sumbar adalah satu-satunya LSO yang dimiliki oleh pemerintah di Pulau Sumatera.
Menurutnya, beras organik kemasan 2 kilogram dijual Rp65.000 di pasar ritel modern, sedangkan beras kualitas premium dan mengandung bahan kimia harganya saat ini adalah Rp16.000 per kilogram. (shd)
