Home » Pasutri dan Dua Balita Meninggal Tertimbun Longsor

Pasutri dan Dua Balita Meninggal Tertimbun Longsor

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Sumbar sejak Kamis (13/7) hingga Jumat (14/7) menimbulkan duka mendalam. Pasnagan suami istri (pasutri) di Kabupaten Agam dan dua orang balita di Kota Padang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor yang menimpa rumah mereka.

Dua balita yang meninggal di Padang berinisial Fadlan Kalif Putra (5 tahun) dan Fikri Aulia Sidiq (3 tahun), di kawasan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan.

Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Chandra Eka Putra mengatakan, longsor terjadi Jumat dinihari (14/7)  sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu pemilik rumah Hendri Gunawan sempat terbangun karena mendengar gemuruh bukit yang ada di belakang rumah. Ia bersama istrinya Rizki Mulyani langsung berlari ke tempat anaknya tidur, namun keduanya ternyata sudah tertimbun tanah longsor

Robert menuturkan, jenazah kedua balita itu telah berhasil dievakuasi dari material longsor. Proses evakuasi dilakukan bersama-sama petugas gabungan dan masyarakat setempat.

Menurutnya, hingga saat ini korban jiwa akibat peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di Kota Padang ada dua orang, yaitu kedua balita tersebut.

“Sejauh ini korban jiwa dua orang dan belum ada laporan tambahan. Personel gabungan masih berupaya melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir,” katanya.

PASUTRI DI AGAM MENINGGAL TERTIMBUN LONGSOR

Sementara itu, akibat hujan deras, banjir dan longsor terjadi di Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (14/7). Dalam peristiwa itu, dua warga meninggal dunia karena tertimbun longsor dan belasan rumah mengalami kerusakan. Dua warga yang meninggal adalah pasangan suami istri Radi (54 tahun) dan Rina (50 tahun).

Kalaksa BPBD Agam Bambang Warsito mengatakan, yang pertama kali ditemukan adalah jasad korban, Radi. Tak berapa lama kemudian, tim pencari berhasil menemukan jasad sang istri, Rina. Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkam.

Camat Tanjung Raya Roza Syafdelfianti mengungkapkan, banjir dan longsor menimpa tiga nagari atau desa di wilayah kecamatan itu, yaitu Nagari Koto Malintang, Tanjung Sani, dan Sungai Batang.

Di nagari Koto Malintang, jalan ruas provinsi tertutup longsor di Jorong Alai. Kemudian di Jorong Muko-Muko terdapat 5 titik longsor. Dua rumah rusak parah, asrama laki-laki SMU Agam Cendekia tertimpa longsor dan satu warung milik warga rusak akibat.

Kemudian di Nagari Tanjung Sani, 7 jorong dilanda banjir dan longsor dan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke Masjid.

Sedangkan di Nagari Sungai Batang dilaporkan terjadi dua titik longsor.

JENAZAH KELUAR DARI KUBURAN

Di sisi lain, BPBD Kota Padang bersama petugas gabungan mengevakuasi jenazah yang keluar dari makam akibat longsor yang terjadi di pandam pekuburan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan.

Sekretaris BPBD Padang Robert Chandra Eka Putra mengatakan, pihaknya menggunakan kantong mayat untuk mengumpulkan kerangka mayat yang terbawa longsor. Dalam proses evakuasi, petugas mengumpulkan rangka mayat agar tidak bercampur dengan mayat lainnya.

“Jika telah dikumpulkan maka akan kita serahkan kepada keluarga dan jika ada yang tidak memiliki keluarga maka akan kita amankan,” katanya.

HUJAN KATEGORI EKSTREM

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman mengatakan, berdasarkan pengamatan selama 24 jam terakhir kondisi hujan di wilayah Sumbar mencapai 258 milimeter per hari dan masuk kategori ekstrem.

“Sudah masuk kategori ekstrem karena di atas 150 milimeter per hari,” kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Minangkabau Yudha Nugraha di Padang, Jumat (14/7).

Ia menjelaskan, kondisi curah hujan terbagi menjadi empat kategori, yaitu rendah (0-100 milimeter), menengah (100-300 milimeter), tinggi (300-500 milimeter), dan sangat tinggi (di atas 500 milimeter).

Menurutnya, intensitas hujan kategori ekstrem itu tidak terjadi di semua daerah di Provinsi Sumbar. Kondisi itu hanya terjadi di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara di beberapa daerah lainnya, seperti Kota Padang Panjang, Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat intensitas hujan masih tergolong sedang hingga tinggi, atau masih di bawah 150 milimeter. (ant)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?