Ketua pelaksana kegiatan tersebut, Kaspi Damris Datuak Mengkuto.
LIMAPULUH KOTA, KP – Perhelatan batagak pangulu di nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluhkota berlangsung sukses.
Ketua pelaksana kegiatan tersebut, Kaspi Damris Datuak Mengkuto, mengungkapkan bahwa acara itu telah lama dinantikan oleh masyarakat Suayan.
Kaspi, yang juga anggota Polri, saat diwawancarai pada Sabtu (29/7), mengatakan kegiatan batagak pangulu di Suayan sudah dinantikan selama 17 tahun, tepatnya saat dirinya dan dunsanak lainnya dinobatkan sebagai Niniak mamak Nagari Suayan.
Sejak enam tahun yang lalu, lembaga adat Suayan telah membentuk struktur panitia batagak pangulu, namun dalam perjalanannya mengalami beberapa persoalan yang berimbas pada pergantian kepanitiaan.
“Jadi pada Juni 2023 dalam pleno ninik mamak di balai adat Suayan, disepakati bahwa saya akan menjadi ketua batagak pangulu, sehingga kegiatan itu dapat terealisasikan baru-baru ini,” kata Kaspi, yang juga bertugas di Direktorat Binmas Polda Sumbar.
Dia menjelaskan, saat menjadi ketua panitia pelaksana Batagak Panghulu, dirinya mengangkat seorang sekretaris dan bendahara. Struktur panitia inti berjumlah 20 orang ditambah dengan 90 orang panitia utusan Niniak mamak.
“Alhamdulillah kepengurusan lengkap dan kita merencanakan acara batagak pangulu sesuai dengan falsafah adat yaitu Adat Lamo, Pusoko Usang. Kegiatan sendiri dimulai dari musyawarah di masing-masing kaum hingga penobatan batagak pangulu pada delapan dan sembilan Juli 2023,” katanya.
Dia menyebut, tanggal yang dipilih sesuai dengan libur panjang sekolah, kemudian panitia menentukan batas waktu pendaftaran. Terdapat 31 orang ninik mamak yang mendaftar untuk batagak pangulu.
“Kegiatan ini tentunya sesuai dengan ketentuan adat salingka Nagari dan aturan dari pemerintah bagi niniak mamak yang akan melangsungkan baralek harus melengkapi kelengkapan administrasi,” katanya.
Beberapa kelengkapan administrasi yang harus dilengkapi antara lain Ranji yang ditandatangani oleh kepala kaum, tuo kampuang, hingga pucuk adat. Selanjutnya, surat kesepakatan kaum dan pernyataan kepala waris.
Rangkaian kegiatan sebelum acara penobatan mencakup rapat kaum dan kesepakatan untuk ikut batagak pangulu, rapat di sudut, dan kegiatan manggantuangkan. Acara penobatan berlangsung di Balai Adat Nagari Suayan karena balai adat yang dimiliki sempit dan kecil, maka halaman SD 01 Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluhkota digunakan sebagai lokasi pelaksanaannya.
Acara berlangsung hikmat dan untuk penyumpahan dipimpin langsung oleh Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar. Setelah selesai acara penobatan yang juga dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Staf Ahli Gubernur bidang kebudayaan. Selama tiga hari acara tersebut, panitia menyediakan makanan dan minuman untuk ribuan orang.
“Alhamdulillah semua kegiatan penobatan tersebut berjalan dengan lancar berkat bantuan semua pihak terutama Polres Payakumbuh, Polsek Akabiluru, Kodim dan Koramil serta peran aktif semua masyarakat Suayan,” katanya. (fai)
