Home » Harga Ubi Kayu Anjlok, Pembuat Kerupuk Terdampak

Harga Ubi Kayu Anjlok, Pembuat Kerupuk Terdampak

Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP – Anjloknya harga jual ubi kayu dipasaran tidak saja berdampak pada petani, namun juga dirasakan pembuat kerupuk ubi di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab, dengan harga saat ini penjualan mereka berkurang dibandingkan sebelumnya.

Saat ini, produsen atau pembuat kerupuk ubi hanya mampu menjual berkisar sebanyak 50 sampai75 ikat per minggu di pasaran, sangat jauh dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai 150 ikat kerupuk. Kondisi itu sangat berdampak pada masyarakat yang memproduksi kerupuk ubi.

Hal ini dialami Tesia Irenda (30 tahun), pemilik usaha kerupuk Ubi Asni di Jalan Datuak Parpatiah Nan Sabagang, Keluaran Payobadar, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Menurutnya, harga beli ubi saat ini hanya Rp1.000 per kilogram. Dengan harga yang sangat murah itu, produksi kerupuk melimpah karena banyak masyarakat yang ikut membuat kerupuk.

“Sebelumnya harga beli ubi Rp2.000 per kg dengan harga jual kepada pedagang Rp9.500 per ikat isi 100 buah kerupuk, namun saat ini hanya Rp8.000 per ikat,” ujarnya.

Tesia menyebut, melimpahnya ubi kayu di pasaran juga diakibatkan oleh pedagang oleh-oleh seperti sanjai yang menanam sendiri ubi kayu untuk kebutuhan mereka.Sehingga, ubi kayu hasil panen petani tak lagi terbeli. Padahal, saat ini hasil panen petani tengah melimpah. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?