SIMPANG EMPAT, KP – Momen “Panen Hasil Belajar” Calon Guru Penggerak (CGP) Pasaman Barat (Pasbar) menjadi puncak pembelajaran setelah 8 bulan mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. Sebanyak 69 CGP angkatan 8 berhasil melewati serangkaian seleksi dan diklat.
Bupati Pasbar, Hamsuardi, yang hadir pada kegiatan Panen Karya CGP angkatan 8 di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Minggu (3/12) menyampaikan, agar para Guru Penggerak dapat berkolaborasi dengan stakeholder dan menjadi motor penggerak dalam memajukan pendidikan di Pasaman Barat.
“Kita melihat kebahagiaan dan kegembiraan pada wajah-wajah 69 orang CGP angkatan 8 tersebut. Wajah bahagia sangat tampak dari bapak dan ibu para Guru Penggerak karena para CGP sukses melaksanakan panen hasil belajar,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Agusli, berharap agar CGP angkatan 8 dapat menerapkan slogan Guru Penggerak yaitu ‘Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan’.
“Diharapkan juga agar guru penggerak dapat melakukan perubahan untuk dirinya, murid, rekan sejawat serta sekolah ke arah yang lebih baik,” harapnya.
Agusli juga mengutip pidato yang pernah disampaikan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, yang menyatakan bahwa “perubahan tidak dapat dimulai dari atas semuanya berawal dan berakhir dari guru, jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah Langkah pertama”.
Sementara itu Kabid GTK Sofyandri Piliang, didampingi Kasi GTK SMP Sari Yanti, Kasi GTK SD Iwan Rizaldi, dan Kasi GTK Paud Idam Khalil, menjelaskan bahwa proses seleksi calon guru penggerak angkatan 8 Pasbar dilaksanakan sekitar 8 bulan lalu.
Lebih dari 700 guru TK, SD, SMP, dan SLTA se-Pasaman Barat mengikuti seleksi ketat hingga berhasil meloloskan 96 orang calon guru penggerak untuk mengikuti Diklat Calon Guru Penggerak (CGP).
“Selama Diklat CGP minimal ada tiga modul yang harus dipelajari oleh CGP, yakni Modul 1 berisi tentang Paradigma dan Visi Guru Penggerak, Modul 2 berisi tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, dan Modul 3 berisi tentang Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa inti dari modul pelatihan CGP adalah memberikan bekal kepada Calon Guru Penggerak bagaimana menjadi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.
“Dalam 6 bulan diklat, ada capaian yang diharapkan dari setiap modul, salah satunya CGP dapat mengimplementasikan di sekolah masing-masing. Dalam mempelajari setiap modul, menggunakan alur MERDEKA yaitu Mulai dari diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Konstektual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata,” tandasnya. (rom)
