PADANG, KP – Hujan yang mengguyur bumi ‘Sarantau Sasurambi’ tak mengurangi kemeriahan pembukaan MTQ Nasional ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Gor Rimbo Tangah, Kabupaten Solok Selatan, Selasa malam (12/12).
Pembukaan ditandai dengan handscan oleh Mahyeldi bersama Wagub Audy Joinaldy, Bupati Solsel Khairunnas, Wabup Solsel Yulian Efi, serta Kakanwil Kemenag Sumbar Mahyudin. Hadir pada acara itu para kepala daerah se Sumbar dan seluruh kafilah.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyebut, MTQ ini adalah sebuah momen bersejarah kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dikatakannya, MTQ adalah panggung prestasi bagi qori-qoriah serta forum unjuk bakat sekaligus wadah memperkokoh agama setiap generasi penerus di Sumbar.
“MTQ bukan hanya kompetesi. MTQ juga momen pembelajaran dan introspeksi diri bagi kafilah. Mari laksanakan kegiatan ini dengan ikhlas,” katanya.
Mahyeldi berharap pelaksanaan MTQ ini akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para generasi penerus bisa memahami nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan mengamalkannya.
“Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, sukses dan lancar. Sehingga ke depan kita bisa menghasilkan yang terbaik untuk menuju MTQ tingkat lanjutan,” Kata Mahyeldi.
Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumbar Audy Joinaldy menyampaikan, kegiatan ini jangan hanya seremonial saja, namun bisa dapat berdampak lebih kepada generasi penerus di Sumbar
Di tempat yang sama, Kakanwil Kemenag Sumbar Mahyudin mengatakan, ada beberapa elemen dalam suksesnya pelaksanaan musabaqah, di antaranya peserta, dewan hakim, ofisial dan pelatih.
“Untuk itu kami berharap semua elemen yang ada benar-benar bisa mengikuti petunjuk teknis yang telah ditentukan. Mari bersama-sama kita patuhi semua ketentuan yang sudah disepakati,” ajaknya.
Sedangkan Bupati Solok Selatan Khairunas berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan terhadap pentingnya Al-Qur’an dalam membangun mental dan spiritual, terutama bagi masyarakat Solok Selatan.
Meski sempat diguyur hujan, namun masyarakat cukup antusias menyaksikan kemeriahan pembukaan MTQ itu. Salah seorang peserta, Aldi mengaku ingin menyaksikan kesuksesan perhelatan MTQ di daerah kelahirannya. “Ini sejarah yang tak terlupakan bagi kami masyarakat Solok Selatan,” katanya.
Kemeriahan MTQ ditutup dengan tari massal dengan tema ‘Cahaya Alquran di Nagari Sarantau Sasurambi’ yang dibawakan siswa-siswi dan mahasiswa Solok Selatan. (ip)
