PESISIR SELATAN, KP — Derasnya arus informasi yang cepat menjadi viral di media sosial kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, terlebih bila isu yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk selalu menyajikan informasi yang kredibel dan berbasis data resmi untuk meluruskan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan, Wendi, saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Literasi Informasi di Gedung Cinema Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pesisir Selatan, Kamis (23/7). Acara yang berlangsung sejak Rabu (22/7) tersebut diikuti oleh para pustakawan, guru, dan penggiat literasi se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Kadis Kominfo Wendi memaparkan lima tahapan penting yang dijalankan Pemkab Pessel dalam mengemas publikasi daerah. Langkah tersebut dimulai dari menetapkan tujuan, menentukan audiens, memilih media, menyusun materi, hingga melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kalau informasi yang viral itu benar dan valid tentu akan dijelaskan kepada masyarakat. Namun, jika informasi tersebut tidak valid, justru itu yang menjadi tantangan karena harus diluruskan dengan data dan fakta,” kata Kadis Kominfo Wendi.
Ia menambahkan, Pemkab Pessel terus memantau berbagai isu liar di media sosial maupun aduan langsung masyarakat. Respons cepat dan penjelasan yang tepat amat krusial agar masyarakat mendapatkan hak informasi dari sumber yang tepercaya.
Kegiatan bimtek yang diselenggarakan Dispusip Pessel ini diharapkan mampu melahirkan pustakawan, guru, dan penggiat literasi yang mampu menyaring kabar bohong. Para peserta didorong menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masyarakat. (don)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!