PADANG, KP —
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, meminta penguatan satuan tugas (satgas) pencegahan perundungan menyusul dugaan kasus bom rakitan di lingkungan MAN 3 Padang.
Ia menilai perundungan tidak hanya menimbulkan luka psikologis, tetapi juga berpotensi mengarahkan kecerdasan anak ke tindakan negatif jika tidak ditangani dengan baik.
“Kalau sampai membuat bom, berarti pada dasarnya anak ini adalah anak yang cerdas dan pintar. Tetapi karena tekanan dari lingkungan yang kurang sehat akibat ulah sebagian oknum, kecerdasannya justru diarahkan kepada hal yang negatif,” kata Nanda saat diwawancarai di Padang, Kamis (16/7).
Menurutnya, banyak anak memiliki potensi besar yang membutuhkan perhatian dan pendampingan agar berkembang ke arah positif.
“Kita yakin masih banyak anak seperti anak tersebut yang harus kita perhatikan. Mereka memiliki potensi besar yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia, bukan justru kehilangan arah karena lingkungan yang tidak sehat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, DPRD Sumbar sebelumnya telah mendorong program pencegahan bullying dan penguatan kesehatan mental remaja dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta siswa penggerak di tingkat SMA sederajat se-Sumatera Barat (Sumbar).
Ia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Youth Health Care dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. “Tahun lalu, atas usulan kami, telah dilaksanakan kegiatan yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru BK, serta siswa penggerak. Salah satu pembahasan utamanya memang terkait bullying dan kesehatan mental remaja,” katanya.
Dari kegiatan itu, lanjutnya, lahir rekomendasi pembentukan satgas untuk menerima laporan perundungan sekaligus melakukan pembinaan terhadap siswa yang terlibat.
“Salah satu rekomendasi kami adalah membentuk semacam satgas untuk menangani laporan-laporan terkait bullying dan melakukan pembinaan terhadap siswa. Jangan sampai ada lagi siswa yang menjadi korban perundungan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari dinas terkait, satgas tersebut telah mulai dibentuk, namun perlu diperkuat agar bekerja lebih efektif.
“Kami berharap satgas ini benar-benar diperkuat sehingga peristiwa yang sangat kita sesalkan seperti ini tidak terulang lagi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya,” tutupnya.
(fai)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!