PADANG, KP —
Pemerintah pusat mulai menggenjot pembentukan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat. Langkah ini ditargetkan mampu memangkas rantai distribusi perdagangan lokal yang selama ini merugikan petani dan perajin di daerah.
Penataan struktur ini sekaligus menjadi pemacu bagi pemerataan kesejahteraan serta memperkecil kesenjangan ekonomi di Sumatera Barat. Penguatan akses pembiayaan dan pemasaran produk lokal akan menjadi prioritas utama pengelolaan lembaga ekonomi tingkat bawah tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy menegaskan, gerakan ekonomi kerakyatan harus mampu melepaskan diri dari manajemen konvensional. Institusi ini dituntut bertransformasi menjadi wadah modern yang berdaya saing dengan memanfaatkan ekosistem digital.
“Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama yang menganggap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno,” kata Vasko Ruseimy, saat membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Koperasi ke 79, di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (16/7).
Wagub menyatakan adopsi sistem pembayaran modern serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci penting untuk memperluas pasar. Anak muda di Sumbar juga diajak aktif mengambil peran dalam kepengurusan agar tata kelola organisasi menjadi lebih inovatif.
Pemprov Sumbar berjanji akan terus mengawal integrasi teknologi informasi agar lembaga ini adaptif terhadap tantangan zaman.
Peringatan Hari Koperasi ini menjadi momentum penguatan kembali cita-cita ekonomi kerakyatan Bung Hatta. Upacara tersebut dihadiri oleh unsur forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran pengurus Dekopinwil, serta para pelaku usaha koperasi dari berbagai kabupaten dan kota.
(ak/*)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!