Daftar Isi
PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman menunjuk tiga desa di Kecamatan Pariaman Selatan sebagai pelopor Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data riil dari tingkat akar rumput guna mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan di daerah.
Tiga wilayah yang menjadi percontohan tersebut adalah Desa Sunuah, Desa Kampuang Apa, dan Desa Sungai Kasai. Penataan administrasi ini diharapkan mampu memicu efek domino yang positif bagi sistem perencanaan pembangunan di seluruh kelurahan lainnya.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menegaskan, integrasi data yang berkualitas adalah aset utama dalam membangun ekonomi masyarakat. Kebijakan pembangunan daerah ke depan tidak boleh lagi didasarkan pada asumsi, melainkan harus bertumpu pada data mutakhir yang akuntabel.
“Melalui integrasi data yang berkualitas, kita dapat memastikan program pembangunan di Kota Pariaman berjalan tepat sasaran,” kata Mulyadi, di Balairung Pendopo Walikota, Rabu (15/7).
Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman, Riqadli menjelaskan, aparat desa akan diberikan pendampingan penuh untuk meningkatkan literasi pengelolaan data sektoral. Kualitas data dari tingkat desa sangat vital karena menjadi bahan baku utama dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Program yang dijalankan bersama Dinas Kominfo ini ditandai dengan penandatanganan piagam perencanaan bersama Kadis Kominfo Pariaman, Yalviendri. Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
(ak/*)
📚 Artikel Terkait

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Divre II Sumbar Kucurkan TJSL Rp72,85 Juta

Pemko Payakumbuh Bedah 100 Rumah Warga Kurang Mampu

DPRD Payakumbuh Kawal Ketat KUA-PPAS 2027, Pastikan Anggaran Tepat Sasaran

Pemko Padang Salurkan Bantuan untuk Pulihkan Usaha Korban Bencana

Komisi III DPRD Sumbar Dorong KDMP Jadi Distributor Pupuk Bersubsidi
