Home » Tabungan Tergerus, 66 Persen Masyarakat Punya Cicilan Paylater

Tabungan Tergerus, 66 Persen Masyarakat Punya Cicilan Paylater

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Masyarakat Indonesia mengandalkan pinjaman online (pinjol) termasuk paylater (beli sekarang bayar nanti) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun gaya hidup di saat tabungan tergerus. Ini terlihat dari data Jakpat yang menunjukkan 66 persen masyarakat memiliki cicilan paylater dan 25 persen pinjol berupa pinjaman tunai.

Head of Research Jakpat Aska Primardi menyampaikan, seringkali gaji dan tabungan tergerus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup. Di sisi lain, peningkatan penghasilan tidak sebanding dengan tingginya kenaikan biaya hidup.

“Dengan pertimbangan gaji sebulan yang bisa habis dalam waktu kurang dari sebulan, mereka pun mulai beralih ke fitur paylater,” kata Aska, dalam keterangan pers, Selasa (9/1).

Berdasarkan laporan Mandiri Spending Index atau MSI pada Desember 2023, indeks tabungan masyarakat kelompok terbawah berada di level 47,4 pada November 2023 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 54,8. Penurunan itu tak sejalan dengan tingkat belanja masyarakat yang naik dari 253,3 pada Oktober menjadi 269,2 per November 2023.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, belanja masyarakat dari kelompok terbawah atau konsumen dengan tabungan di bawah Rp 1 juta mulai menunjukkan perlambatan. Tabungan kelompok ini turun terjadi sejak Mei 2023. Sementara, tingkat belanja kelompok menengah atau memiliki saldo Rp 1 juta – Rp 10 juta relatif stabil. (kdc)

RINCIAN PENGGUNAAN PAYLATER MASYARAKAT INDONESIA:

No. Nama Data Nilai / Persen Responden

1 Belanja online 88,8

2 Bayar tagihan listrik/air 43,8

3 Beli pulsa/paket internet 42

4 Pesan tiket pesawat/KA 12

5 Pesan kamar hotel 7,7

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?